Berita

Habib Rizieq Shihab (HRS) diprediksi jadi rebutan Parpol untuk meraih kemenangan Pilpres 2024/Net

Politik

Jika Bebas Sebelum Pilpres 2024, Habib Rizieq Shihab Jadi Rebutan Parpol

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 13:45 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sosok Habib Rizieq Shihab (HRS) dianggap masih memiliki pengaruh yang besar hingga diprediksi akan menjadi rebutan partai politik (Parpol) dalam mendulang suara di momentum pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, dengan dipenjaranya Habib Rizieq membuat para pendukungnya semakin solid mendukung Imam Besar FPI.

Sebab, kata Saiful Anam, pengikut Habib Rizieq menilai junjungannya itu telah didzolimi oleh rezim Joko Widodo.


"Dengan semakin kuatnya anggapan publik pada HRS dikriminalisasi, maka semakin kuat pula dukungan publik kepada yang bersangkutan," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/11).

Apalagi kata Saiful, jika pihak Habib Rizieq menerima putusan Kasasi yang memotong hukuman menjadi dua tahun, maka akan bebas sebelum Pilpres 2024.

"Bebasnya beliau tidak lama lagi, membuat arah perpolitikan semakin menarik, karena saya kira magnet HRS masih kuat, bukan tidak mungkin selama di Rutan sudah banyak parpol yang mendekati HRS," kata Saiful.

Bahkan, Habib Rizieq diprediksi akan menjadi rebutan parpol maupun calon kontestasi dalam Pilpres 2024 mendatang.

"Karena dari kalkulasi massa, ia dapat mendongkrak suara menjelang 2024 mendatang," pungkas Saiful.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya