Berita

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khaerul Saleh/Net

Politik

Pangeran PAN Ajak Masyarakat Cegah Upaya Merendahkan MUI Hanya karena Ulah Oknum

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 09:20 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Aksi penangkapan yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror terhadap Farid Okbah, Zain An Najah, Anung Al Hamat dinilai sudah dilakukan dengan perhitungan yang matang.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khaerul Saleh yakin Densus 88 Antiteror sebagai institusi pemberantas terorisme telah memilki bukti yang kuat dalam menangkap seseorang yang terduga teroris.

Tujuannya pasti masih dalam rangkaian pencegahan terjadinya aksi terorisme.


“Dan karena itu pelaku yang ditangkap pastinya telah dibidik Densus 88 melalui rentang waktu yang lama dan dengan bukti-bukti yang kuat pula,” katanya saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/11).

Politisi PAN ini tidak ingin penangkapan ini digunakan untuk merendahkan derajat MUI sebagai institusi, hanya karena ada oknum pengurus yang ikut ditangkap.

Penangkapan itu merupakan kejadian biasa saja yang tidak diduga bisa terjadi dan bisa menyangkut siapa saja dan dari institusi mana saja.

Atas alasan itu, pihaknya meminta agar penangkapan terhadap para pelaku dan jaringan terorisme wajib diarahkan untuk mengusut dan menangkap tuntas dalang dari terorisme itu sendiri.

“Karena tidak tertutup kemungkinan ada peran intelijen dan dana dari luar negeri seperti aksi teroris KKB di Papua,” imbuhnya,

Legislator dari Fraksi PAN ini meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghindari dan mencegah terhadap upaya-upaya yang ingin membubarkan MUI.

“Kita wajib hindari dan cegah bersama terhadap upaya membakar institusi MUI hanya karena ulah oknum yang ditangkap itu menjadi pengurus di dalamnya. Karena bagaimanapun eksistensi MUI itu bagian tidak terpisahkan dari peran umat Islam untuk penguatan rumah kebangsaan NKRI itu sendiri,” tutupnya.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya