Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Aturan Ketat Covid bikin FedEx Tutup Basisnya di Hong Kong, Semua Pilot Dipindahkan ke Negara Lain

RABU, 17 NOVEMBER 2021 | 16:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Raksasa pengiriman internasional, FedEx, dalam pernyataannya mengumumkan bahwa mereka telah menutup basis krunya di Hong Kong. Penutupan itu didasari oleh langkah-langkah pembatasan virus corona yang ketat di kota itu, yang menjadi pukulan berat bagi banyak industri.

Penutupan itu disertai dengan merelokasi para pilot ke negara lainnya, seperti dilaporkan AFP, Rabu (17/11).

"Ketika lingkungan bisnis global terus berkembang dan dengan persyaratan pandemi di Hong Kong, FedEx telah membuat keputusan untuk menutup basis kru Hong Kong dan merelokasi pilotnya," kata FedEx dalam sebuah pernyataan.


Banyak pihak yang menyayangkan keputusan Hong Kong  dalam memberlakukan aturan Covid yang dinilai merugikan industri, yang berarti juga merugikan Hong Kong sendiri sebagai pusat logistik global karena terputus dari banyak dunia.

Penutupan basis FedEx di Hong Kong dinilai merupakan langkah tergesa-gesa, mengingat pentingnya Hong Kong untuk pasar kargo udara global. Sarjana logistik di Universitas Politeknik, Achim Czerny, mengatakan itu memang bukan keputusan yang mudah bagi FedEx.

"Keputusan FedEx merupakan indikator tingginya biaya yang terkait dengan pembatasan perjalanan saat ini untuk perusahaan kargo udara," katanya.

Meski menutup basisnya, perusahaan akan terus melayani klien Hong Kong dengan pilot yang berbasis di Oakland, California.

"Kami terus beroperasi dan melayani pelanggan kami di pasar yang penting ini dengan keselamatan dan kesejahteraan anggota tim kami sebagai prioritas utama kami," kata kepala pilot sistem Robin Sebasco.

Pengumuman penutupan itu datang sehari setelah Hong Kong - pusat kargo internasional tersibuk di dunia - mengirim lebih dari 100 pilot kargo Cathay Pacific ke karantina wajib 21 hari setelah tiga dinyatakan positif virus corona saat kembali dari Jerman.

Para pejabat telah memperingatkan aturan karantina tidak mungkin dihapus sampai setidaknya musim panas 2022, mungkin nanti.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya