Berita

Pertemuan virtual Presiden Joe Biden dan Presiden Xi Jinping/Net

Dunia

Media China: Pertemuan Xi-Biden adalah Deklarasi Strategis, Siapa Pun yang Melanggar adalah Orang Berdosa

RABU, 17 NOVEMBER 2021 | 13:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pertemuan dua pemimpin kekuatan ekonomi terbesar dunia, Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Joe Biden, di tengah ketegangan kedua negara belakangan ini dinilai sebagai pembawa sinyal positif pada hubungan Beijing-Washington.

Dalam catatan editorialnya, media corong pemerintah China, Global Times secara khusus menyoroti pertemuan virtual yang berlangsung pada Selasa pagi (16/11) tersebut, mencatat bagaimana diskusi berjalan dengan baik dan positif meskipun digelar di tengah gejolak yang semakin meningkat.

“Dunia telah melihat bagaimana para pemimpin China dan AS secara terbuka mendiskusikan isu-isu strategis, menyeluruh dan mendasar antara China dan AS, serta isu-isu yang menjadi perhatian bersama. Kata-kata dalam pembacaan mereka telah memenuhi perasaan pihak lain,” tulis media tersebut.


“Pembacaan pihak AS tidak menggunakan kata-kata kasar seperti yang digunakan sebelum pertemuan,” lanjutnya.

Media tersebut juga mencatat bahwa pertemuan virtual empat mata Xi dan Biden akan berperan aktif dalam memimpin opini internasional atas ekspektasi positif mereka terhadap hubungan China-AS.

“Secara obyektif, hubungan China-AS telah sampai pada titik di mana mereka harus memperkuat dan mengelola perbedaan dan meredakan suasana tegang,” katanya.

Merujuk hubungan Wasington-Beijing era sebelum Biden, Global Times mengatakan kebijakan kedua negara telah menjauhkan diri dari jalur rasional, dengan mentalitas konfrontatif seperti Perang Dingin.

Dikatakan bahwa AS meningkatkan manuver, termasuk mengadvokasi decoupling teknologi tinggi, sanksi ekonomi dan memperkuat hubungan dengan sekutu untuk menghadapi China.

“Langkah-langkah ini secara serius membahayakan suasana sebelumnya antara China dan AS. Mereka juga memperkuat kekhawatiran masyarakat tentang konfrontasi strategis dan konflik antara China dan AS,” tulis Global Times.

Secara khusus, media di bawah naungan People’s Daily itu mengatakan bahwa akar penyebab memburuknya hubungan China-AS dalam beberapa tahun terakhir terletak di Washington.

“Ini bermula dari perubahan yang arogan dan agresif dalam kebijakan AS terhadap China. Namun AS belum memperoleh manfaat nyata dari langkahnya untuk membahayakan hubungan dengan China, terutama dalam hal ekonomi,” katanya.

Pernyataan Biden di depan Xi terkait masalah Taiwan juga jadi sorotan, di mana Biden menyatakan bahwa AS mendukung ‘kebijakan satu-China’ sebagai standar Amerika, yang bisa diartikan bahwa AS tidak mendukung kemerdekaan Taiwan.

Hal ini diharapkan dapat memainkan peran positif untuk menekan kolusi antara AS dan Taiwan untuk terus merusak landasan politik bagi perdamaian dan stabilitas lintas-Selat dan mengarah pada meningkatnya ketegangan militer.

Hubungan China-AS memiliki pertukaran ekonomi dan sosial yang besar. Ini sangat berbeda dengan hubungan AS-Uni Soviet di masa lalu. China dan AS sekarang berada di persimpangan penting: apakah mereka menuju perang dingin baru atau memulai era baru hubungan kekuatan besar? Melalui video KTT ini, kedua kepala negara menyatakan menolak perang dingin baru, kata media itu.

“Kami berharap ini adalah deklarasi strategis, dan siapa pun yang melanggarnya adalah orang berdosa,” tulis Global Times.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya