Berita

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky/Net

Dunia

Tingkat Vaksinasi Rendah, Zelensky Rayu Warga yang Mau Divaksin dengan Uang Tunai

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 19:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Ukraina yang sedang berjuang memerangi penyebaran virus corona, mencoba 'merayu' warga dengan pemberian intensif uang tunai agar mereka bersedia melakukan vaksinasi Covid-19.

Pemberian intensif ditujukan agar target vaksinasi tercapai sehingga bisa menciptakan kekebalan dan bisnis bisa segera dibuka kembali.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pernyataannya pada  Senin (15/11) menyampaikan bahwa negara itu memiliki tingkat vaksinasi yang rendah, yaitu sepertiga dari populasi.


"Setiap orang yang telah memiliki dua dosis akan dapat menerima 1.000 hryvnias atau sekitar 35 euro," janji  Zelenksy dalam pesan video, seperti dikutip dari AFP.

Itu adalah jumlah yang cukup besar untuk warga salah satu negara termiskin di Eropa. Uang itu dapat digunakan untuk membeli keanggotaan klub olahraga, tiket bioskop, teater atau museum, atau membeli tiket kereta api atau pesawat untuk perjalanan di Ukraina.

Untuk program intensif yang akan mulai diberlakukan pada Desember mendatang, pemerintah diperkirakan akan menyetujui 200 juta euro.

Pihak berwenang telah mencoba untuk meningkatkan vaksinasi dengan memberlakukan pembatasan pada orang yang tidak divaksinasi, seperti persyaratan sertifikat vaksin untuk beberapa ruang publik.

Namun, menurut data kementerian kesehatan, hanya 28 persen warga Ukraina yang menerima dua dosis vaksin. Bekas republik Soviet itu mencatat 442 kematian akibat virus corona dalam 24 jam terakhir pada Senin, jumlah kematian baru tertinggi kedua di dunia setelah Rusia, yang melaporkan 1.211.

Meskipun data menunjukkan, Zelensky tetap bersikeras bahwa negara itu telah berhasil melewati pandemi.

"Kami telah melewati puncak gelombang ini," katanya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya