Berita

Presiden pertama Uni Soviet Mikhail Gorbachev/Net

Dunia

Gorbachev: Perlu Ada Demiliterisasi, Upaya Keamanan akan Gagal Jika Pemerintah Sibuk Buang Uang untuk Perlombaan Senjata

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 15:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL. Ancaman dunia bukan hanya pandemi, kemiskinan, kekeringan, dan pemanasan global, tetapi juga perlombaan senjata. Untuk itu, diharapkan agar negara-negara melakukan demiliterisasi untuk meminimalkan ancaman dunia.

Presiden pertama Uni Soviet Mikhail Gorbachev dalam pidatonya di Konferensi Aliansi Global untuk Keamanan Nuklir dan Dunia Bebas Nuklir, mengatakan, agar negara-negara mempertimbangkan kembali pemahaman tentang keamanan yang sejauh ini terbatas pada aspek militer, dan menyerukan demiliterisasi.

"Upaya untuk memberi keamanan yang lebih baik untuk semua masyarakat akan gagal, jika pemerintah terus membuang uang dalam jumlah besar ke dalam tungku perlombaan senjata, terutama perlombaan senjata nuklir," ujar Gorbachev dalam konferensi yang diselenggarakan pada Senin (15/11), seperti dikutip dari TASS.


Ia juga menolak pemahaman bahwa senjata nuklir diciptakan untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia. "Itu hanya mitos dan spekulasi!" katanya, menambahkan bahwa ia sangat berharap pada "hasil nyata" dari pembicaraan Jenewa, di mana presiden Rusia dan AS membahas urusan nuklir.

Ia mengingatkan kembali peristiwa di mana senjata nuklir adalah akar penyebab krisis Karibia pada tahun 1962.

Gorbachev kemudian menyampaikan penghargaannya atas inisitiatif presiden pertama Kazakhstan, Nursultan Nazarbayev, atas terselenggaranya  Konferensi Aliansi Global untuk Keamanan Nuklir dan Dunia Bebas Nuklir.

Konferensi dibuka di ibukota Kazakhstan pada Senin waktu setempat, dan mendapat dukungan luas dari para pemimpin politik di banyak negara.

"Harus ada demiliterisasi politik dunia, hubungan internasional dan pemikiran politik untuk menyelamatkan mereka dari pedang nuklir Damocles," katanya, merujuk pada tokoh Damocles dalam kisah anekdot 'Pedang Damocles'.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya