Berita

Para Dirjen kenakan seragam loreng Partai Nasdem saat hadiri acara partai besutan Surya Paloh/Repro

Politik

ASN Kementan Gunakan Seragam Nasdem, Sudin: Tolong Jaga Netralitas

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 15:45 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Pertanian dicecar Komisi IV ihwal penggunaan seragam loreng Partai Nasdem saat menghadiri acara Nasdem bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Penggunaan seragam partai dilakukan ASN sikap tidak etis. Sebab, seluruh ASN adalah abdi negara yang diwajibkan netral.

Ketua Komisi IV DPR RI Sudin meminta para pejabat eselon I di Kementerian Pertanian tidak menggunakan seragam partai politik.


Kata Sudin, meski menghadiri acara kepartaian seharusnya tidak melakukan tindakan yang menuai kontroversi di kalangan masyarakat.

“Saya hanya menyampaikan, rasanya tadi kurang etislah kalau pakai baju seperti itu. Sedangkan pak menterinya saja yang kader tulen Nasdem tidak memakai seragam seperti itu,” tegas Sudin dalam rapat bersama Komisi IV, Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (16/11).

Legislator Fraksi PDI Perjuangan ini meminta ASN bersikap netral. Sebab, jika ada pejabat tinggi negara yang mengenakan pakaian partai politik dikhawatirkan akan mendapatkan sanksi tegas.

"Kalau ada pihak yang mengadukan ada pihak yang mengadukan Kemenpan atau kemana, tahu kan sanksinya? Pencopotan dan penurunan pangkat golongan. Itu Undang Undangnya,” katanya.

Dia meminta kejadian tersebut tidak terulang kembali. Sudin meminta, pejabat Kementan diminta mampu menjaga marwah kementerian dengan tidak menggunakan atribut partai politik.

"Lain kali janganlah, kalau pakai baju biru ya wajar, orang pak menterinya tidak pakai. Sudahlah pak ya, jual kemampuan, jangan jual harga diri, kemampuan saya sebagai Dirjen mampu membuat petani Indonesia sejahtera,” ucapnya.

"Tolong jaga netralitas. Kalau bapak main belakang ya Monggo silahkan, karena Syahrul Yasin Limpo junjungan bapak-bapak semua. Jangan sampai jadi blunder,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

AKPI Perkuat Profesionalisme dan Integritas Profesi

Senin, 13 April 2026 | 19:51

KNPI: Pemuda Harus Jadi Penyejuk di Tengah Isu Pemakzulan

Senin, 13 April 2026 | 19:50

14 Kajati Diganti, Termasuk Sumut dan Jatim

Senin, 13 April 2026 | 19:31

Cara Buat SKCK Online lewat SuperApps Presisi Polri, Mudah dan Praktis!

Senin, 13 April 2026 | 19:17

Bersiap Long Weekend, Ini Daftar 10 Tanggal Merah di Bulan Mei 2026

Senin, 13 April 2026 | 19:16

Viral Dokumen Kerja Sama Udara RI-AS, Okta Kumala: Kedaulatan Negara Prioritas

Senin, 13 April 2026 | 19:14

Daftar Hari Libur Nasional Mei 2026, Ada 3 Long Weekend

Senin, 13 April 2026 | 19:07

Ajudan Gubernur Riau Terima Fee Proyek Rp1,4 Miliar

Senin, 13 April 2026 | 19:02

4 Penyakit yang Harus Diwaspadai saaat Musim Pancaroba

Senin, 13 April 2026 | 18:57

Ongen Sentil Pengkritik Prabowo: Jangan Sok Paling ‘98’

Senin, 13 April 2026 | 18:52

Selengkapnya