Berita

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir menyampaikan empat pesan dari tema yang diusung tersebut.

Politik

Milad ke 109, Muhammadiyah Optimis Hadapi Pandemi dan Komitmen Menebar Nilai Utama

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 15:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menjelang usianya yang ke-109 tahun pada tanggal 18 November 2021, Muhammadiyah mengusung tema besar "Optimis Hadapi Pandemi Covid-19: Menebar Nilai Utama" pada perayaan Milad nanti.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nashir menyampaikan empat pesan dari tema yang diusung tersebut.

Pertama, seluruh warga bangsa terutama dalam masa pemulihan Covid-19 ini diharapkan terus menjaga semangat optimisme, kebersamaan, menguatkan nilai-nilai yang memperkuat kebersamaan dan menghindari nilai-nilai yang merusaknya.


“Dalam kaitan dengan Covid-19, Muhammadiyah sejak awal konsisten untuk terus berusaha dengan segala kemampuan yang dimiliki, sumber dana, sumber daya dan sistem yang kita gerakkan untuk hadir ikut menjadi bagian yang memberi solusi dan sekaligus juga optimisme dalam menghadapi pandemi yang sangat berat ini,” kata Haedar dalam keterangannya di Jakarta, Selasa siang (16/11).

Selain itu, Haedar juga berpesan bahwa masalah seberat apapun akan lebih mudah diatasi jika bangsa Indonesia bersama dan bersatu.

Dalam konteks membangun kebersamaan itu, kata Haedar, semua pihak harus mampu mengeliminasi perbedaan-perbedaan tajam yang membuat kita retak dan pecah.

Selain itu, seluruh anak bangda harus menghindari perilaku-perilaku yang berlebihan, ujaran-ujaran yang berlebihan, yang mereduksi persatuan dan kebersamaam. Termasuk  sikap terlalu menonjolkan egoisme, kepentingan golongan dan yang bersifat ekslusif.

"Karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, yang dibangun di atas kegotong-royongan, kebersamaan dan pesatuan,” tuturnya.

Kedua, Haedar mengajak warga bangsa mengembangkan nilai-nilai utama dengan semangat taawun dan kebhinekaan.

Haedaer meyakini bahwa bangsa Indonesia tidak akan pernah maju jika masing-masing berjalan sendiri.

Jika setiap pihak menumbuhkan kepentingan sendiri, maka semua pihak mesti mencari titik temu dan menggalang usaha-usaha bersama.

Dijelaskan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini, dampak pandemi Covid-19 ini sangat berat, baik di bidang kesehatan, ekonomi dan juga dalam kehidupan sosial dan psikologi masyarakat dan bangsa.

Atas dasar itu, Prof Haedar mengatakan, kerjasama dari seluruh pihak dengan program-program lintas menjadi sangatlah penting.

"Nilai ta'awun atau membangun kerjasama untuk kebaikan bangsa harus kita utamakan,” katanya.

Ketiga, Haedar berpesan agar masyarakat Indonesia dan elite bangsa mengutamakan keutuhan dan persatuan dalam menghadapi berbagai permasalahan yang ada.

“Jadikan bangsa ini dan seluruh alam atau sumber daya alam yang kita miliki dengan semangat untuk membangun secara bersama,” kata Haedar.

Keempat, Haedar berpesan agar semua pihak membangun nilai kemajuan sebagai komitmen kolektif.

Kata dia, jangan sampai bangsa Indonesia disibukkan oleh berbagai hal yang membuat tidak produktif dan membuat tidak maju. Sebab, kemajuan adalah keniscayaan bagi bangsa modern.

Dalam pandangan Muhammadiyah, Haedar menyebutkan bahwa kemajuan adalah ideologi progresif untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang unggul.

Lebih lanjut dia mengulas, bangsa Indonesia tidak akan bisa unggul jika tidak memiliki potensi yang digerakkan untuk kemajuan.

“Maka hilangkan berbagai hal yang membuat kita tidak bisa maju dan kedepankan hal-hal yang membuat kita menjadi bangsa yang berkemajuan,” ucapnya.

“Insyaallah dengan nilai-nilai utama yang seperti itu, bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang berdiri tegak, sejajar dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju dengan martabat dan karakter Keindonesiaan yang hidup di atas nilai-nilai agama, Pancasila, dan kebudayaan luhur bangsa yang ketiganya harus kita jaga bersama,” imbuh Haedar.

Dengan jiwa agama, Pancasila dan kebudayaan luhur, Haedar percaya bangsa Indonesia akan mampu bersaing dan memiliki karakter kuat di tengah lalu lintas peradaban global.

Menurutnya, kemajuan Indonesia di bidang fisik jangan sampai meluruhkan karakter diri sebagai bangsa yang religius, ber-Pancasila dan berkebudayaan luhur nasional.

"Mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan berkah dan karuniaNya bagi kami Muhammadiyah dan seluruh warga bangsa sehingga kita menjadi bangsa dan negara yang dirahmati Allah Swt,” demikian Haedar.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya