Berita

Panen raya Petani Milenial di Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Senin, 15 Desember 2021./Dok

Bisnis

Pemprov Jabar dan bank bjb Gelar Panen Raya Petani Milenial di Karawang

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 09:35 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan bank bjb menggelar panen raya Petani Milenial komoditas padi di Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Senin, 15 Desember 2021.

Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Pemimpin Divisi UMKM bank bjb Denny Mulyadi, Pimpinan Cabang bjb Karawang Arfandy, Kabiro Perekonomian Setda Provinsi Jabar Benny Bachtiar, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Dadan Hidayat dan Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh, serta para petani setempat.

Panen raya petani milienial ini adalah bukti  bahwa petani muda sanggup menjaga ketahanan pangan dengan memanfaatkan teknologi. Kegiatan ini juga merupakan sarana dalam memberikan edukasi tentang produk dan jasa keuangan lainnya serta memfasilitasi intermediasi antara petani dan offtaker dengan memanfaatkan industri jasa keuangan.


"Pemprov Jabar akan terus mengembangkan petani milenial untuk menjawab permasalahan di bidang pertanian, khususnya regenerasi petani," tukasnya.

Petani Milenial merupakan program unggulan Provinsi Jawa Barat yang bertujuan untuk mendorong regenerasi tenaga kerja di sektor pertanian Jabar yang memiliki inovasi, gagasan, dan kreativitas.  Melalui program ini diharapkan dapat menyelesaikan masalah keterbatasan tenaga kerja sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan mencapai swasembada pangan.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto, mengatakan bank bjb menjadi bank utama yang mendukung akses permodalan petani milenial. Dukungan tersebut disalurkan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Di program Petani Milenial, ada dua dukungan yang kami berikan. Pertama pada offtaker secara langsung, juga kepada para petani untuk pembiayaan KUR yang tingkat bunganya sangat ringan," jelas Widi.  

KUR yang ditawarkan bank bjb dalam program Petani Milenial memiliki keunggulan bunga sangat ringan, hanya 6%. Adapun total alokasi dana yang dikucurkan untuk program Petani Milenial tahun ini mencapai Rp1,1 Triliun.

Melalui program Petani Melenial diharapkan Jabar dapat mencapai swasembada beras dengan adanya penambahan jumlah petani dan luas garapan sawah dengan memodernasi usaha pertanian sawah.

Penambahan jumlah petani serta luas garapan tidak lepas dari peran perbankan khususnya bank bjb yang memberikan pembiayaan bagi petani melalui skema kemitraan. Business Matching komoditas pertanian sawah mempertemukan petani muda dengan offtaker yang memanfaatkan jasa industri keuangan.

Salah satu Petani Milenial komoditas padi yang sukses ini adalah Aneul Yaqin.   Pemuda kelahiran 30 Juli 1993 ini merintis usaha pertanian sawah pada 2017 di daerah Banyusari, Kabupaten Karawang. Yaqin merupakan lulusan UGM dan menjadi pendiri Gapoktan Tani Silih Asuh 1.

Luas sawah yang ia kelola saat ini mencpai 65 Ha dengan total pekerja terdiri dari 60 orang petani binaan, 12 petani, dan 30 orang pekerja di penggilingan padi.

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Aneh Sekali! Legalisir Ijazah Jokowi Tanpa Tanggal, Bulan, dan Tahun

Jumat, 13 Februari 2026 | 02:07

UPDATE

Polisi Gagalkan Penjualan Bayi Umur Tiga Hari

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:17

Impor Mobil Pikap India Ancam Industri Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 | 02:05

Bebek Amerika

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:43

Ijazah Jokowi seperti Noktah Hitam Pemerintahan Prabowo

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:27

Upaya Menghabisi Donald Trump Gagal Lagi

Selasa, 24 Februari 2026 | 01:03

Impor 105 Ribu Pikap India Melemahkan Industri Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:36

Pengawasan Digital Mendesak Diperkuat Buntut Bus Transjakarta ‘Adu Banteng’

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:20

Pramono Jamin 3.100 Sapi Impor Australia Bebas PMK

Selasa, 24 Februari 2026 | 00:11

Bukan cuma Salah Tukang Ojek di Pandeglang

Senin, 23 Februari 2026 | 23:50

Vendor Tempuh Jalur Hukum Imbas Proyek Bali Subway Mangkrak

Senin, 23 Februari 2026 | 23:43

Selengkapnya