Berita

Ketua KPK Firli Bahuri/Net

Hukum

Firli Bahuri: Korupsi Tak Hanya Berdampak pada Kemiskinan tapi Bisa Gagalkan Tujuan Negara

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 01:18 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri melakukan rapat koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) serta Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) se-Jawa Tengah di Mapolda Jawa Tengah belum lama ini.

Dihadapan seluruh peserta rapat koordinasi, Firli menyampaikan bahwa Indonesia sebagai sebuah negara memiliki cita-cita yang telah disepakati pendiri serta seluruh anak bangsa yang dituangkan ke dalam pembukaan Undang Undang Dasar 1945 (UUD 45).

Yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut aktif memelihara perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.


Firli menegaska bahwa, tujuan negara itu tidak bisa terwujud, jika saja program-program pemerintah baik pusat dan daerah dan anggaran APBN dan APBD disimpangkan atau dikorupsi. Oleh sebabnya, lanjut Firli, korupsi tidak hanya berdampak kepada kemiskinan, kemelaratan dan pengangguran.

“Tetapi dampak yang paling besar adalah, gagalnya kita mewujudkan tujuan negara,” kata Firli dalam video sambutannya yang diterima redaksi Senin malam (15/11).

Pemberantasan korupsi, dikatakan Firli telah dimulai sejak tahun 1971 hingga kini. Hal tersebut, merupakan cara pemerintah untuk mewujudkan tujuan negara yang telah disepakati bersama. Saat itu, Firli menjelaskan diterbitkan UU tentang suap menyuap dan pasca reformasi tahun 1998 diterbitkan UU 28/1999 tentang penyelenggaraan aparatur pemerintah yang bebas dan bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Setelah itu, satu tahun berikutnya keluar lagi UU 31/1999 tentang pemberantasan korupsi dan dilakukan perubahan dengan UU 20/2001.

“Inilah semangat anak bangsa untuk melakukan tindakan pemberantasan korupsi. Karena korupsi dianggap kejahatan yang luar biasa,” tandas Firli.

Namun begitu Firli menyayangkan hingga saat ini korupsi masih merajalela. Oleh sebabnya, dalam sebuah opini bertepatan dengan hari pahlawan ia menuliskan bahwa setiap orang bisa menjadi pahlawan antikorupsi, bisa menjadi pahlawan, untuk tidak melakukan korupsi, dan pahlawan untuk menjadi teladan membangun budaya antikorupsi.

“Jadi pahlawan itu tidak lagi sekarang harus mengangkat senjata dan bambu runcing,” pungkas Firli.

Firli yakin jika APH yang didalamnya terdapat Polri, Kejaksaan dan Pengadilan serta APIP yakni BPK dan BPKP bersatu membangun budaya antikorupsi dan memiliki semangat antikorupsi maka korupsi tidak ada lagi di Indonesia.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya