Berita

Ketua KCP-PEN Airlangga Hartarto saat memberi informasi perkembangan kasus Covid19/Repro

Politik

Airlangga Hartarto: Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Menurun 98 Persen

SENIN, 15 NOVEMBER 2021 | 16:55 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemerintah mengumumkan perkembangan terkini kasus aktif virus corona baru (Covid-19). Hasilnya, secara keseluruhan di Indonesia kasus aktif per 14 November menurun secara signifikan dibandingkan puncaknya terdahulu pada Juli dan Agustus silam.

Ketua KCP-PEN dan juga Koordinator PPKM seluruh Indonesia Airlangga Hartarto menyampaikan, Indonesia berhasil melewati masa-masa sulit pandemi bulan Juli dan Agustus silam.

“Secara keseluruhan kasus aktif di Indonesia ini per 14 November ada 9.018 kasus, dan ini sudah turun dibandingkan puncaknya yang 24 Juli lalu,” kata Airlangga dalam keterangan persnya secara daring dan luring, Senin (15/11).


Menko Bidang Perekonomian ini mengurai, konfirmasi kasus harian rata-rata dalam seminggu sebanyak 384 kasus dan per 14 november ada 339 kasus.

Untuk di luar Pulau Jawa dan Bali sebanyak 135 kasus angka tingkat penularan ada di bawah 1.

Terkait dengan kasus Covid-19 di luar Jawa, lanjut Airlangga, kasus konfirmasi harian tercatat sebanyak 135 kasus dalam rata-rata tujuh hari adalah 117 kasus.

Airlangga menjelaskan, tren penurunan konsisten kasus aktif per 14 November ada 4.339 kasus atau 0,31 persen dari kasus nasional.

Kata Pria yang juga Ketua Umum Partai Golkar itu, jika dibandingkan kasus puncaknya pada 6 Agustus turun drastis di angka 98 persen, dengan tingkat kematian 3,12 persen dan kesembuhan 96,57 persen.

"Proporsi kasus harian di Jawa dan Bali sebanyak 39,9 persen dari total dan kasus aktif sebesar 48,1 persen dari total kasus aktif nasional,” imbuhnya.

Untuk pulau per pulau, kata Airlangga, di Sumatera angka kesembuhannya menyentuh 96,17 persen, dengan angka kematian rata-rata di 3,8 persen. Untuk Nusa Tenggara angka kesembuhannya di 97,47 persen, Kalimantan 96,75 persen, Sulawesi 97,2 persen, dan Maluku dan Papua angka kesembuhan di 95,97 persen.

"Seluruhnya penurunanya dibandingkan di puncaknya itu turun antara 89 sampai 98 persen. Dari segi level assesment untuk per provinsi di level 4 tidak ada, di level 3 ini tentunya kita lihat ada beberapa provinsi, dan 25 provinsi di level 2, dan 1 provinsi di level 1,” tandas Airlangga.   

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya