Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Mulai Rabu Taiwan Ijinkan Masuk Pekerja Migran Asal Indonesia

SENIN, 15 NOVEMBER 2021 | 14:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Gelombang pertama pekerja migran Indonesia sudah dapat memasuki Taiwan dalam waktu dekat. Begitu disampaikan Menteri Tenaga Kerja Hsu Ming-chun saat menggelar jumpa pers di luar kantor Legislatif Yuan pada Senin pagi (15/11).

Hsu mengatakan bahwa gelombang pertama dari 109 pekerja migran Indonesia telah masuk ke sistem.
 
"Sebanyak 96 telah ditugaskan ruang karantina, dan 11 akan dapat memasuki Taiwan pada hari Rabu," katanya, seperti dikutip dari Taiwan News.


Hsu mengatakan bahwa seluruh pekerja migran asal Indonesia itu melamar menjadi pengasuh dan tidak ada yang mendaftar untuk pekerjaan industri. Dia juga menunjukkan bahwa ada tujuh dari pelamar ini yang tidak divaksinasi.

Ketika ditanya apakah pekerja migran yang tidak divaksinasi dapat disuntik ketika mereka tiba di Taiwan, Hsu mengatakan bahwa berdasarkan peraturan Pusat Komando Epidemi (CECC), pekerja migran yang tinggal di Taiwan dapat menerima vaksin yang sama dengan warga negara di sana.

CECC mengumumkan pada Kamis (11/11), bahwa Taiwan akan membuka kembali perbatasannya untuk pekerja migran dalam dua tahap.

Selama tahap pertama, yang akan berlangsung hingga 14 Februari 2022, semua pekerja asing yang masuk ke negara itu akan dikirim ke pusat karantina untuk menjalani karantina selama 14 hari diikuti dengan pemantauan kesehatan diri selama tujuh hari.
Menurut Kementerian Tenaga Kerja, 1.700 kamar telah disediakan untuk angkatan pertama pekerja, dan pengusaha dapat masuk ke sistem pendaftaran untuk memulai proses pemasukan pekerja asing. Kelompok pertama yang terdiri dari 1.700 pekerja ini seluruhnya terdiri dari warga negara Indonesia.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya