Berita

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi/Net

Politik

Hanya 13 Bulan Jabat Panglima TNI, Andika Perkasa Diyakini Mampu Bawa Perubahan Positif

SENIN, 15 NOVEMBER 2021 | 01:57 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Mengacu kepada ketentuan UU TNI, Jenderal Andika akan menjabat sebagai Panglima TNI maksimal 13 bulan saja. Namun demikian, Andika dipercaya mampu menjalankan tongkat estafet dari Marsekal Hadi Tjahjanto dengan baik.

"Kalau kita lihat, 8 misi yang disampaikan oleh beliau itu sudah meliputi agenda pembinaan organisasi dan SDM, pemantapan integritas dan kompetensi prajurit, maupun menyangkut kelangsungan operasional dan interoperabilitas trimatra terpadu," ucap pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi, Minggu (14/11).

"Nah saya optimis bahwa hal itu sangat berpeluang untuk membawa perubahan positif dan menjadi pijakan bagi Panglima TNI berikutnya, sekaligus juga menunjukkan kesinambungan dengan agenda-agenda yang sudah dijalankan oleh Panglima Hadi Tjahjanto," sambungnya.


Menurut Khairul Fahmi, agenda Jenderal Andika tidak muluk-muluk dan realistis untuk dijalankan dalam waktu yang cukup singkat. Tinggal kemudian mendiskusikan dukungan anggaran saja dengan Kementerian Pertahanan dan DPR, agar misi-misi tersebut dapat dijalankan secara optimal.

Namun, diingatkan Khairul, untuk bisa mewujudkan kekuatan pertahanan yang efektif, profesional, dan disegani itu jelas bukan kerja satu malam. Sehingga itu menjadi agenda berkelanjutan yang harus dijalankan oleh setiap Panglima TNI.

"Mengapa? Karena kekuatan pertahanan itu sifatnya dinamis dan harus responsif terhadap setiap potensi ancaman, hambatan, tantangan, dan gangguan. Baik dari luar maupun dari dalam," terangnya.

Dalam hal ini, ditegaskan Khairul, semua upaya itu harus selalu selaras dan merupakan implementasi dari visi-misi presiden, kebijakan-kebijakan pemerintah di sektor pertahanan, rencana strategis yang mengacu pada pencapaian kekuatan pokok minimum maupun rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) yang dirumuskan oleh Kementerian Pertahanan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

Tragedi Perlintasan Sebidang

Rabu, 29 April 2026 | 05:45

Operasi Intelijen TNI Sukses Gagalkan Penyelundupan Kosmetik Ilegal dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 05:26

Dedi Mulyadi Sebut ‘Ratu Laut Kidul’ jadi Komut Independen bank bjb

Rabu, 29 April 2026 | 04:59

Jalan Tengah Lindungi Pelaut Tanpa Matikan Usaha Manning Agency

Rabu, 29 April 2026 | 04:48

Terima Penghargaan BSSN, Panglima TNI Dorong Penguatan Pertahanan Siber

Rabu, 29 April 2026 | 04:25

Banjir Gol Terjadi di Parc des Princes, PSG Pukul Munchen 5-4

Rabu, 29 April 2026 | 03:59

Indonesia Menggebu Kejar Program Gizi Nasional Jepang

Rabu, 29 April 2026 | 03:45

Suasana Ekonomi Politik Mutakhir Kita

Rabu, 29 April 2026 | 03:28

Diplomasi Pancasila Alat Bernavigasi Indonesia di Tengah Badai Geopolitik

Rabu, 29 April 2026 | 02:59

Ekonom Bantah Logika Capaian Swasembada Pangan Mentan Amran

Rabu, 29 April 2026 | 02:42

Selengkapnya