Berita

Direktur eksekutif Jenggala Center, Syamsuddin Radjab/Net

Politik

Syamsuddin Radjab: Oligarki Harus Dilawan

SENIN, 15 NOVEMBER 2021 | 00:22 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kebijakan pemerintah yang doyan gonta-ganti dalam menangani pandemi Covid-19 membuat Indonesia dalam kondisi tidak menentu. Bahkan kebijakan tes PCR yang membebani rakyat diduga diciptakan bagi kepentingan pejabatnya dan oligarki untuk meraup keuntungan.

Hal ini membuat penanganan kasus Covid-19 tak tertangani secara baik, iklim investasi terganggu, dan perbaikan ekonomi melambat. Sementara pejabatnya mengambil rente dari kebijakannya sendiri dengan konco-koconya, dan bukan untuk rakyat.

Menurut Direktur eksekutif Jenggala Center, Syamsuddin Radjab, oligarki adalah penyebab semua kebijakan yang tidak pro rakjat. Pun para elite tengah membajak demokrasi ke arah yang sangat membahayakan masa depan bangsa ini.


Sehingga oligaki tak bisa dibiarkan tumbuh subur di negara ini. Semua pihak, terutama kaum intelektual dan aktivis, harus menyampaikan ide, sudut pandang dan solusi untuk membendung pembajakan demokrasi yang dilakukan para elite negeri ini.

"Itu penting menurut saya, karena suatu ide baik sekalipun kalau dia tidak diperjuangkan akan susah diraih, karena kadang-kadang negara atau pemerintah, mengabaikan atau lalai terhadap tanggungjawabnya untuk membangun negara ini sendiri menjadi negara yang adil, sejahtera, dan makmur.," ujar Syamsuddin Radjab. melalui keterangannya, Minggu (14/11).

"Bahkan cenderung kekuasaanya digunkan untuk mengeksploitasi rakyat, untuk kepentingan pribadi, dan oligarki. Termasuk era sekarang ini, dan ini harus dilawan," tambahnya.

Hal tersebut disampaikan Syamsuddin saat menjadi pembicara tunggal dalam diskusi dengan tema "Aktvis dan Hukum" yang digelar secara virtual, Sabtu (13/11).

Lanjut Syamsuddin, kaum intlektual dan aktivis harus duduk bersama menyamakan persepsi dan mengkosilidasi semua kekuatan, untuk menemukan solusi dalam rangka mengadang pergerakan oligarki tumbuh subur di negara ini.

"Karena itu dunia aktivisme itu adalah dunia gerakan, gerakan untuk menginginkan sesuatu dan dengan ideologi-ideologi yang dia yakini untuk itu dia diwujudkan. Jadi dia masuk dalam kerangka yang sangat idealitas di dalam pikiran yang ingin diwujudkan di dalam kenyataan," tutur mantan Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI) dan aktivis HMI ini.

Ditegaskan Syamsuddin, aktivis jangan hanya mengandalkan pergerakan. Pergerakan tidak akan berarti jika tidak diimbangi dengan pengatahuan. Sebab, pergerakan dan pengetahuan sama-sama penting dalam dunia aktivis.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya