Berita

Pendukung Houthi menghancurkan bendera AS selama demonstrasi di luar kedutaan AS menentang keputusan untuk menunjuk Houthi sebagai organisasi teroris asing, di Sanaa, Yaman/Net

Dunia

Parlemen AS Kutuk Houthi Karena Menahan Sejumlah Staf Kedutaan Amerika di Yaman

SABTU, 13 NOVEMBER 2021 | 07:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah anggota parlemen bipartisan AS mengecam kelompok Houthi karena melakukan pelanggaran baru-baru ini terhadap Kedutaan Besar AS di Kota Sanaa termasuk menahan para stafnya.

Di antara anggota Kongres yang mengeluarkan kecaman pada kelompok yang didukung Iran tersebut adalah Gregory Meeks dan Michael McCaul, serta Senator Bob Menendez dan Jim Risch.

Sebelumnya Al Arabiya English melaporkan pada Kamis (11/11) bahwa Departemen Luar Negeri AS sedang berupaya untuk mengamankan pembebasan karyawan kedutaan dan warga negara Yaman lainnya yang dipekerjakan oleh AS.


“Kami sangat prihatin dengan laporan bahwa Houthi telah melanggar kompleks kedutaan kami di Sanaa dan menahan serta melecehkan sejumlah staf.  Tindakan seperti itu melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia, dan tidak boleh ditoleransi,” tulis anggota parlemen.

Bloomberg melaporkan bahwa setidaknya 25 warga Yaman ditahan oleh Houthi dalam beberapa pekan terakhir, mengutip dua orang yang mengetahui masalah tersebut.

Houthi, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris pada hari-hari terakhir pemerintahan Trump, juga "melanggar" kompleks AS yang digunakan Kedutaan Besar sebelum mereka menghentikan operasi pada 2015, kata pejabat itu.

“Kami menyerukan kepada Houthi untuk segera mengosongkan mengembalikan semua properti yang disita,” kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya