Berita

Presiden China Xi Jinping/Net

Dunia

Pertemuan Xi Jinping-Joe Biden, Pengamat: Beijing Harus Tetap Waspada Tentang Hubungan China-AS di Masa Depan

SABTU, 13 NOVEMBER 2021 | 07:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah pengamat di Beijing berharap pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Joe Biden akan membahas isu-isu utama dan membawa hubungan AS dan China kembali ke jalurnya. Namun begitu, para ahli mengingatkan agar China tetap waspada.

Pertemuan kedua pemimpin akan dilakukan secara virtual pada Senin (14/11), dan menjadi komunikasi putaran ketiga mereka tahun ini. Sebelumnya Xi melakukan panggilan telepon dengan Biden pada Februari, tepat di malam Festival Musim Semi, serta satu panggilan lainnya pada September, keduanya atas undangan AS.

Profesor Li Haidong dari Institut Hubungan Internasional Universitas Luar Negeri China berharap kedua pemimpin akan banyak membahas topik yang akan memandu hubungan di masa depan. Termasuk kerja sama perubahan iklim serta penentangan terhadap Perang Dingin baru.


“Untuk memenuhi kebutuhan politik dalam negeri, Biden juga dapat merujuk pada masalah yang berkaitan dengan urusan dalam negeri China, termasuk Xinjiang. Mengingat provokasi AS baru-baru ini pada pertanyaan Taiwan, China akan menegaskan kembali pendiriannya pada prinsip satu-China,” kata Li, seperti dikutip dari Global Times, Jumat (12/11).

Meski mengaku optimis, Li mengatakan China perlu berhati-hati terhadap hubungan bilateral di masa depan, mengingat langkah AS sebelumnya dan pernyataan serta tindakan yang saling bertentangan dari pemerintahan Biden. Ia kemudian merujuk pada rencana KTT demokrasi yang dijadwalkan akan diadakan pada bulan Desember, yang ia sebut sebagai langkah Biden selanjutnya yang menargetkan China.

“Kita perlu tetap waspada untuk memastikan bahwa hubungan China-AS di masa depan dapat berkembang ke arah yang bertanggung jawab dan stabil, bukannya disabotase oleh ekstremis konservatif AS,” kata Li.

Sementara Lu Xiang, seorang peneliti di Akademi Ilmu Sosial China, mengatakan penting bagi AS untuk menjelaskan apa itu ‘persaingan’ karena AS telah mengejar kebijakan persaingan dengan China.

Persaingan dapat berupa kompetisi yang positif dan bersahabat atau konfrontasi dalam skenario yang lebih buruk. Dia juga mendesak AS agar tidak gegabah dalam masalah perdagangan dan keamanan bersama, terutama di Laut China Selatan dan Taiwan.

Selain hal-hal krusial, Lu mengatakan bahwa momen pertemuan tersebut akan dimanfaatkan Xi untuk mengirim ucapan selamat ulang tahun kepada Biden, mengingat Presiden AS itu akan berusia 79 tahun akhir bulan ini.

“Berbeda dengan dua panggilan telepon sebelumnya antara Xi dan Biden, pertemuan virtual kali ini sangat dekat dengan pertemuan tatap muka karena keduanya dapat memiliki lebih banyak interaksi,” kata Lu.

“Pertemuan virtual yang akan datang ini akan lebih seperti sebuah kesimpulan,” katanya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya