Presiden China Xi Jinping/Net
Sejumlah pengamat di Beijing berharap pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Joe Biden akan membahas isu-isu utama dan membawa hubungan AS dan China kembali ke jalurnya. Namun begitu, para ahli mengingatkan agar China tetap waspada.
Pertemuan kedua pemimpin akan dilakukan secara virtual pada Senin (14/11), dan menjadi komunikasi putaran ketiga mereka tahun ini. Sebelumnya Xi melakukan panggilan telepon dengan Biden pada Februari, tepat di malam Festival Musim Semi, serta satu panggilan lainnya pada September, keduanya atas undangan AS.
Profesor Li Haidong dari Institut Hubungan Internasional Universitas Luar Negeri China berharap kedua pemimpin akan banyak membahas topik yang akan memandu hubungan di masa depan. Termasuk kerja sama perubahan iklim serta penentangan terhadap Perang Dingin baru.
“Untuk memenuhi kebutuhan politik dalam negeri, Biden juga dapat merujuk pada masalah yang berkaitan dengan urusan dalam negeri China, termasuk Xinjiang. Mengingat provokasi AS baru-baru ini pada pertanyaan Taiwan, China akan menegaskan kembali pendiriannya pada prinsip satu-China,†kata Li, seperti dikutip dari
Global Times, Jumat (12/11).
Meski mengaku optimis, Li mengatakan China perlu berhati-hati terhadap hubungan bilateral di masa depan, mengingat langkah AS sebelumnya dan pernyataan serta tindakan yang saling bertentangan dari pemerintahan Biden. Ia kemudian merujuk pada rencana KTT demokrasi yang dijadwalkan akan diadakan pada bulan Desember, yang ia sebut sebagai langkah Biden selanjutnya yang menargetkan China.
“Kita perlu tetap waspada untuk memastikan bahwa hubungan China-AS di masa depan dapat berkembang ke arah yang bertanggung jawab dan stabil, bukannya disabotase oleh ekstremis konservatif AS,†kata Li.
Sementara Lu Xiang, seorang peneliti di Akademi Ilmu Sosial China, mengatakan penting bagi AS untuk menjelaskan apa itu ‘persaingan’ karena AS telah mengejar kebijakan persaingan dengan China.
Persaingan dapat berupa kompetisi yang positif dan bersahabat atau konfrontasi dalam skenario yang lebih buruk. Dia juga mendesak AS agar tidak gegabah dalam masalah perdagangan dan keamanan bersama, terutama di Laut China Selatan dan Taiwan.
Selain hal-hal krusial, Lu mengatakan bahwa momen pertemuan tersebut akan dimanfaatkan Xi untuk mengirim ucapan selamat ulang tahun kepada Biden, mengingat Presiden AS itu akan berusia 79 tahun akhir bulan ini.
“Berbeda dengan dua panggilan telepon sebelumnya antara Xi dan Biden, pertemuan virtual kali ini sangat dekat dengan pertemuan tatap muka karena keduanya dapat memiliki lebih banyak interaksi,†kata Lu.
“Pertemuan virtual yang akan datang ini akan lebih seperti sebuah kesimpulan,†katanya.