Berita

Surya Paloh saat mengklaim Partai Nasdem masih ingin Jokowi jadi Presiden di 2024/Repro

Politik

Surya Paloh Ingin Tunjukkan ke Jokowi Nasdem Setia Sampai Akhir

JUMAT, 12 NOVEMBER 2021 | 14:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh yang ingin Joko Widodo (Jokowi) bisa menjadi Presiden RI kembali di 2024 jika tidak berbenturan dengan konstitusi, adalah bentuk ungkapan loyalitas.

Begitu disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Jumat (12/11).

"Ini bagian dari kehandalan politik Surya Paloh, ia mengemas dukungan konstitusi tanpa kehilangan loyalitas pada Jokowi yang saat ini memimpin," ujar Dedi Kurnia.


Adapun, terkait ucapan Paloh yang menyinggung periodisasi Presiden, Dedi melihat Paloh bukan bermaksud menghidupkan kembali wacana tiga periode Jokowi.

Menurut Dedi Kurnia, Paloh justru menegaskan bahwa konstitusi jelas dan tegas melarang itu.

"Setara tegas justru statemen ini menguatkan komitmen Nasdem tunduk pada konstistusi dibanding memihak pada tiga periode. Karena ia lebih memilih konstitusi disebut di awal," kata Dedi Kurnia.

Sebab, sambungnya, sekuat apapun Jokowi, sebenarnya tidak lagi dominan jika tanpa dukungan Parpol. Artinya jika wacana tiga periode tetap dijalankan, Jokowi belum tentu memenangi pertarungan.

"Bahkan peluang kalah itu ada, ini terbaca dari terus menurunkan kepuasan publik pada kinerja pemerintah," tandasnya.

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sebelumnya menegaskan jika tidak ada hambatan konstitusi seluruh kader Partai Nasdem akan mendukung Presiden Joko Widodo melanjutkan kepemimpinannya sebagai Presiden.

"Kalau saja konstitusi kita tidak membatasi masa presiden hanya dua kali, saya tidak perlu menjawab pertanyaan kader, siapa Presiden kita sesudah Jokowi, karena tone-nya sama dari atas ke bawah, dari pimpinan paling atas hingga ke bawah jawabannya satu ya pasti Jokowi kembali," demikian kata Surya Paloh dalam acara puncak hari ulang tahun Partai Nasdem, Kamis (11/11).

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya