Berita

Pengunjuk rasa berbaris selama demonstrasi menentang kudeta militer di Hpakant di negara bagian Kachin Myanmar/Net

Dunia

Kota Kecil di Perbatasan Myanmar-China Terkunci, Kelompok Milisi Tutup Akses Keluar Masuk di Tengah Lonjakan Covid-19

JUMAT, 12 NOVEMBER 2021 | 11:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kasus Covid menyerang masyarakat Kota Laiza (atau banyak yang menyebutknya (Laizar), kota pegunungan terpencil di Kachin, Myanmar yang berbatasan dengan China. Hampir 2.000 kasus terdeteksi pada Kamis (11/11) menurut data otoritas setempat.

Juru bicara Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA), sebuah kelompok pemberontak yang menguasai petak-petak wilayah itu, mengatakan pemerintah KIA melakukan penguncian agar kasus tidak semakin menyebar, di tengah lonjakan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Penguncian diberlakukan sejak 2 November lalu dan belum diputuskan untuk waktu berapa lama.


Lonjakan kasus di Myanmar pada Juni dan Juli lalu dan berlanjut hingga sekarang, membuat pihak berwenang Kachin,   mengobarkan perang terhadap Covid-19.

China, tetangga mereka, telah berjuang memerangi varian delta yang menyebar di penjuru negeri. China juga menutup penyeberangan perbatasan dan meningkatkan patroli untuk mencegah masuknya pengungsi Myanmar yang dikhawatirkan melarikan diri dari kekerasan pasca-kudeta. Namun begitu, China telah mengirimkan jutaan dosis vaksin kepada pemerintah militer.

"Orang-orang tidak diizinkan masuk atau keluar kota, dan penduduk diperintahkan untuk tinggal di rumah kecuali membeli makanan," jelas Kolonel Hein Wawm, jubir KIA, seperti dikutip dari Bangkok Post.  

Sebagian besar kasus terdeteksi di sebuah sekolah. Aparat telah mengatur pasokan makanan ke wilayah-wilayah yang dikunci.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya