Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pengungsi Afghanistan Diprediksi Tingkatan Potensi Ancaman Keamanan bagi AS

JUMAT, 12 NOVEMBER 2021 | 06:37 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ancaman terhadap stabilitas negara bisa muncul dari berbagai arah. Pemicunya beragam mulai dari kedatangan pengungsi dari Afghanistan hingga kemungkinan pembatasan Covid-19 baru.

Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dalam pernyataannya mengungkapkan, untuk sisa tahun 2021 dan hingga 2022, ekstremis kekerasan yang bermotivasi rasial dan ekstremis kekerasan anti-pemerintah/anti-otoritas akan terus menjadi ancaman bagi AS.

"Teroris asing atau domestik secara historis menargetkan tempat-tempat ramai dan kadang-kadang menyebabkan kausalitas massal (sic)," kata DHS, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (11/11).


Tanggal penting atau perayaan keagamaan juga bisa menjadi pemicu munculnya gelombang anti-pemerintah, ditambah dengan situasi penguncian karena pandemi yang biasanya dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk mengacaukan situasi.

Jika pemerintah kembali memutuskan untuk lockdown karena ditemukannya varian baru Covid, maka itu akan dimanfaatkan oleh para pengacau untuk melakukan kekerasan terhadap pemerintah atau pejabat kesehatan masyarakat.

Narasi online juga bisa menjadi wadah mempromosikan atau menganjurkan kekerasan terhadap pejabat terpilih, perwakilan politik, fasilitas pemerintah, penegak hukum, komunitas agama atau fasilitas komersial, serta lawan ideologisnya.

DHS kemudian mengimbau semua lapisan masyarakat untuk waspada dan melaporkan aktivitas mencurigakan apa pun. Kemudian bekerja sama dengan pemerintah dalam meminimalkan potensi-potensi tersebut dengan melek media digital untuk mengenali dan membangun ketahanan terhadap narasi palsu dan berbahaya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Pelaku Kekerasan Seksual di Gili Trawangan Dibekuk di Bali

Rabu, 29 April 2026 | 16:19

Tak Terlantar Lagi, Keluarga Pasien RSUD Banggai Laut Bisa Pakai Rumah Singgah

Rabu, 29 April 2026 | 16:10

KPK Ungkap Ada yang Ngaku-ngaku Bisa Atur Kasus Bea Cukai

Rabu, 29 April 2026 | 16:09

Update Laka KA di Bekasi Timur: 15 Meninggal, 91 Luka-luka

Rabu, 29 April 2026 | 16:05

Anggota DPRD Jabar Bongkar Dugaan “Mahasiswa Gaib” di Kampus

Rabu, 29 April 2026 | 15:56

PLN Perkuat Posisi Indonesia sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Digital

Rabu, 29 April 2026 | 15:44

5 Kg Sabu Gagal Dikirim ke Solo dari Malaysia

Rabu, 29 April 2026 | 15:42

Kemenhaj Gerak Cepat Tangani Kecelakaan Bus Jemaah Haji di Madinah

Rabu, 29 April 2026 | 15:37

PT KAI Harus Perkuat Sistem Peringatan Dini untuk Cegah Kecelakaan

Rabu, 29 April 2026 | 15:27

Prabowo Tegaskan RI Negara Paling Aman: yang Mau Kabur, Kabur Aja!

Rabu, 29 April 2026 | 15:25

Selengkapnya