Berita

Maskapai Garuda Indonesia/Net

Politik

Garuda Terancam Bangkrut, PDIP Desak Penegak Hukum Periksa Direksi Sampai Menteri BUMN 2004-2019

SELASA, 09 NOVEMBER 2021 | 20:40 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Maskapai plat merah Garuda Indonesia diambang kebangkrutan lantaran terlilit hutang. Aparat penegak hukum diminta agar melakukan penyelidikan terhadap adanya dugaan kuat mark up yang menjadi faktor penyebab Garuda terancam tak bisa lagi terbang.

Demikian antara lain disampaikan anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto soal kondisi keuangan Garuda Indonesia yang memprihatinkan. Menurut dia, kondisi carut-marut Garuda saat ini tidak terlepas dari buruknya tata kelola direksi sebelumnya.

"PDI Perjuangan meminta untuk hukum dan keadilan ditegakkan atas beberapa oknum mantan direksi Garuda termasuk Emir Satar, yang mengaku profesional, namun telah melakukan mark-up atas leasing pesawat yang menyebabkan kerugian Garuda," tandas Politikus PDIP itu kepada wartawan usai mengikuti RDP dengan Dirut Garuda di ruang Komisi VI DPR Nusantara I, Selasa (9/11).


Darmadi menambahkan, dalam hal terbukti ada mark up antara pejabat Garuda dengan leasor, maka leasor yang terbukti melakukan mark up berarti melanggar business ethic and law.

"Sehingga Garuda pantas untuk melakukan renegosiasi ulang dan kalau perlu dengan ancaman untuk mensuspend seluruh kewajiban Garuda terhadap Lessor yang terbukti melakukan mark up," tegasnya.

Darmadi menegaskan, PDI Perjuangan dengan mengingat kesejarahan Garuda sebagai flag carrier terus mencari solusi bagi penyehatan Garuda.

"Termasuk memperjuangkan kepentingan karyawan Garuda akan diutamakan," kata dia.

PDI Perjuangan, tegas Darmadi, meminta Emir Satar mantan Dirut Garuda untuk bertanggung jawab penuh atas kerugian Garuda. Dan yang paling penting, kata dia lagi, pihak direksi sebelumnya mesti transparan terkait model bisnis Garuda saat itu.

"Emir Satar harus berani membuka berbagai kepentingan kekuasaan yang bermain saat itu, termasuk pada saat privatisasi Garuda. Yang jelas aparat penegak hukum harus berani usut tuntas para direksi periode 2004 sampai dengan 2014. Termasuk direksi, komisaris dan menteri BUMN periode 2014 sampai dengan 2019," tandasnya.

Darmadi juga mengungkapkan, fraksinya berencana mengusulkan agar pihak-pihak terkait dipanggil untuk dimintai penjelasannya.

"Termasuk memanggil menteri BUMN periode 2014 sampai dengan 2019," kata dia.

Yang jelas, kata dia, PDIP akan komitmen membela kepentingan Garuda sebagai aset kebanggaan bangsa dan negara termasuk berkomitmen membela kepentingan para karyawan dan para pilot yang sudah lama mengabdi.

"PDIP akan bela karyawan, kru serta pilot dan menindak para eksekutif Garuda yang telah menyalahgunakan kewenangan dengan melakukan kongkalingkong dengan lessor tertentu," tegasnya.

Darmadi juga mengungkapkan, PDIP melalui fraksinya di DPR akan berjuang sekuat tenaga agar Garuda bisa terselamatkan dengan menyarankan berbagai opsi.

"Berbagai opsi penyelamatan Garuda akan dicari solusinya oleh PDIP namun hukum harus ditegakkan bagi para “penjahat kerah putih” yang telah menyebabkan kerugian Garuda," tegasnya lagi.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

VFive Group Salurkan Zakat Usaha Lebih dari Rp10 Miliar

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:48

Parpol Ditantang Buat Komitmen Nasional Anti-Politik Uang

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:32

Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan!

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:55

KPK Masih Kuliti Dugaan Rasuah BPKH

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:24

Denny JA Ungkap Akar Etika Kerja dan Kejujuran Swiss dari Reformasi Zurich

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:20

Potongan Bangkai Pesawat ATR 400

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:53

Haji Suryo Bangun Masjid di Tanah Kelahiran

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:32

Lawatan LN Perdana 2026, Prabowo Sambangi Inggris dan Swiss

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:15

Kebijakan Paket Ekonomi Lanjut Prioritaskan UMKM dan Lapangan Kerja

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:56

Prabowo Jadi Saksi Nikah Sespri Agung Surahman, Jokowi Ikut Hadir

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:55

Selengkapnya