Berita

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir/RMOL

Politik

Erick Thohir: Relasi Indonesia-Korea Menguat Lewat Perdagangan dan Pertukaran Pelajar

SELASA, 09 NOVEMBER 2021 | 18:32 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Hubungan baik antara Indonesia dan Korea Selatan telah berjalan sejak lama. Kedua kepala negara pun kerap kali melakukan kunjungan kerja secara bersama.

Pada tahun 2017 lalu, Presiden Korea Selatan, Moon Jaein mengunjungi Presiden Jokowi di Jakarta. Lalu pada tahun 2019, Presiden Jokowi membalas dengan melakukan kunjungan kerja ke Busan, Korea Selatan.

"Ini adalah komitmen untuk meningkatkan hubungan Indonesia dan Korea Selatan pada hubungan yang strategis,” kata Menteri BUMN, Erick Thohir saat menjadi pembicara kunci dalam webinar internasional bertema “Indonesia-Korea: Enhancing Special Strategic Partnership and Co-prosperity” yang diselenggarakan Korean Center Kantor Berita Politik RMOL di Roemah Djan, Jalan Talang No. 3, Jakarta Pusat, Selasa (9/11).


Dia menambahkan, ada beberapa kerja sama yang dilakukan Indonesia dan Korea untuk meningkatkan hubungan bilateralnya, yakni dalam bidang perdagangan, pertukaran pelajar, dan foreign direct investment.

“Seperti salah satunya PT Krakatau Steel yang berkolaborasi dengan Korea. Ada juga kolaborasi dirgantara Indonesia dalam sektor aircraft, dan ke depan kita punya komitmen dalam electricity vehicle,” ucap Erick yang juga Ketua Umum Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) ini.

Erick Thohir mengatakan, Indonesia hari ini memiliki kemampuan ekonomi yang cukup berkembang baik, meski dihantam pandemi Covid-19 dalam kurun waktu setahun lebih.

"Kita bisa melihat ekonomi Indonesia berkembang baik. Dengan potensi bisnis yang baik, sebagai negara yang menyandang ekonomi besar di Asia Tenggara, kita mendukung tiga faktor sebagai kunci dalam populasi yang berkembang (SDA), thriving ekonomi, dan sizeable industry,” katanya.

Indonesia, kata Erick, diketahui sebagai negara keempat yang memiliki populasi terbesar di dunia, dan menjadikan Indonesia negara terbesar dalam pasar industri dan ekonomi.

“Indonesia memiliki potensi indsutri yang kuat sebesar 553 miliar dolar AS dalam sektor trade dan service reveneu dalam bidang manufaktur Indonesia memiliki 218 miliar dolar AS dan perkembangan digital yang sangat kuat 73 persen digital,” tandasnya.

Hadir memberi sambutan dalam acara ini Dutabesar Korea Selatan untuk Indonesia, Park Taesung, Ketua GKSB DPR RI-Korea Selatan, Edward Tannur dan Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid.

Sementara diskusi turut dihadiri oleh Shin Yoonsung dari Korea Institute for Industrial Economics & Trade dan CEO RMOL Network yang juga Wakil Sekretaris Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Teguh Santosa.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

VFive Group Salurkan Zakat Usaha Lebih dari Rp10 Miliar

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:48

Parpol Ditantang Buat Komitmen Nasional Anti-Politik Uang

Minggu, 18 Januari 2026 | 19:32

Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan!

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:55

KPK Masih Kuliti Dugaan Rasuah BPKH

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:24

Denny JA Ungkap Akar Etika Kerja dan Kejujuran Swiss dari Reformasi Zurich

Minggu, 18 Januari 2026 | 18:20

Potongan Bangkai Pesawat ATR 400

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:53

Haji Suryo Bangun Masjid di Tanah Kelahiran

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:32

Lawatan LN Perdana 2026, Prabowo Sambangi Inggris dan Swiss

Minggu, 18 Januari 2026 | 17:15

Kebijakan Paket Ekonomi Lanjut Prioritaskan UMKM dan Lapangan Kerja

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:56

Prabowo Jadi Saksi Nikah Sespri Agung Surahman, Jokowi Ikut Hadir

Minggu, 18 Januari 2026 | 16:55

Selengkapnya