Berita

Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol dan UNWTO Muhammad Nadjib dalam webinar peluncuran bukunya berjudul ‘Mengapa Umat Islam Tertinggal?’ pada Selasa sore (9/11)/Repro

Politik

Dubes M. Nadjib Uraikan Tiga Indikasi Umat Islam Masih Tertinggal

SELASA, 09 NOVEMBER 2021 | 18:16 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Setidaknya ada tiga indikasi yang menyebabkan umat Islam di dunia dewasa ini masih tertinggal dari umat lainnya. Pertama, perguruan-perguruan tinggi terbaik khususnya dalam bidang sains dan teknologi, ilmu sosial ekonomi, seni, tidak berada di negara Islam.

"Ia berada di Amerika, Eropa, Jepang, Australia, Canada, bahkan berada di Israel dan China," kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol dan UNWTO Muhammad Nadjib dalam webinar peluncuran bukunya berjudul ‘Mengapa Umat Islam Tertinggal?’ pada Selasa sore (9/11).

Kedua, kata Najib, pusat-pusat riset unggulan bertaraf internasional juga tidak berada di dunia Islam. Hal ini, antara lain juga menjadi indikasi bahwa tempat untuk menggali keilmuwan masih belum ada di negara-negara Islam.


"Itu sebabnya kenapa vaksin tidak satupun muncul dari dunia Islam? Karena umat Islam tidak punya pusat riset yang kuat," tuturnya.

Padahal, sambungnya, negara-negara Timur Tengah punya uang yang banyak dan sangat mampu untuk memfasilitasi riset-riset ilmiah tersebut.

Kata Najib, saat ini yang terjadi justru uangnya dihambur-hamburkan untuk membeli Istana, Klub Sepakbola, yang manfaatnya untuk dunia Islam tidak jelas.

"Pikiran saya, kenapa tidak digunakan untuk membuat universitas yang hebat, pusat-pusat riset yang hebat, sehingga kita harus membeli vaksin dari negara non muslim, yang secara ekonomi menguntungkan," sesalnya.

Indikasi terakhir, jika melihat indeks kualitas Sumber daya manusia (SDM), dunia Islam sangat tertinggal.

"Saya berani menantang, mana negara Islam yang memiliki kualitas SDM yang tinggi? Bahkan dibanding ilmuwan-ilmuwan India yang secara ekonomi sangat tertinggal dari banyak negara muslim yang kaya di Timur Tengah itu rendah kualitas SDM-nya. Di bidang komputer, rudal, nuklir, bahkan bidang pengobatan sangat maju?" pungkasnya.

Turut hadir narasumber dalam acara webinar ini yakni Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Komaruddin Hidayat, Wartawan Senior Teguh Santosa, Politisi Senior Bursah Zanubi, Ulama Malaysia Muhammad Nur Maluty.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya