Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Wartawan dan Pemilik Media Berselisih, Surat Kabar Top Ukraina Tutup Tiba-tiba

SELASA, 09 NOVEMBER 2021 | 10:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ukraina akan kehilangan surat kabar terbesar di negara itu, di tengah kisruh yang melanda dunia pers nasional belakangan ini.

Surat kabar berbahasa Inggris tertua dan terbesar di Ukraina, The Kyiv Post, menutup operasinya setelah 26 tahun berdiri. Penutupan dipicu karena perselisihan interen, di mana jurnalis menuduh pemiliknya, seorang oligarki yang kuat, "menyerang" mereka.

Pemilik Kyiv Post, Adnan Kivan, mengumumkan penutupan mendadak di situs surat kabar itu pada Senin (8/11). Dia tidak memberikan alasan penutupan, dan mengatakan bahwa penutupan itu bersifat sementara.


"Suatu hari, kami berharap dapat membuka kembali surat kabar lebih besar dan lebih baik," kata Kivan dalam pernyataannya, seperti dikutip dari The Guardian.

Para wartawan di Kyiv Post mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama bahwa penutupan tiba-tiba terjadi setelah upaya Kivan "melanggar" independensi editorial mereka.

"Kami menganggap penghentian publikasi dan pemecatan staf surat kabar itu sebagai tindakan balas dendam oleh Adnan Kivan," kata salah seorang dalam sebuah pernyataan.

Para wartawan mengatakan bahwa Kivan telah mengumumkan tiga minggu lalu bahwa dia akan memperluas Kyiv Post dengan meluncurkan publikasi berbahasa Ukraina dengan nama yang sama.

Kivan memilih seorang editor untuk mengawasi produk baru, menimbulkan kekhawatiran di antara staf bahwa ia berusaha membatasi independensi mereka.

Penutupan itu berarti sekitar 50 wartawan akan kehilangan pekerjaan. Wartawan Kyiv Post kemudian merilis pernyataan bersama di Facebook, mengatakan bahwa semua karyawan kemungkinan 'segera' dipecat.

Mereka beranggapan bahwa ini merupakan rencana Kivan untuk menerbitkan The Kyiv Post dengan staf baru, dan menyingkirkan staf lama yang membuatnya tidak nyaman.

The Kyiv Post kadang-kadang mengkritik kepemimpinan Ukraina, menyoroti kemajuan yang lambat dalam reformasi yang didukung Barat, termasuk perjuangan penting melawan korupsi. Surat kabar itu menjadi rujukan dan sumber informasi penting bagi komunitas ekspatriat Ukraina, termasuk staf kedutaan asing.

Dugaan bahwa penutupan The Kyiv Post ada campur tangan dari pemerintah, segera ditepis juru bicara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Serhiy Nykyforov. Ia menolak tuduhan bahwa pemerintah telah menekan Kivan atas liputan kritis Kyiv Post.

"Sama sepeti yang lainnya, penutupan The Kyiv Post juga mengejutkan kami," katanya dalam sebuah pernyataan di Facebook .

Adnan Kivan, seorang taipan konstruksi, membeli Kyiv POst tiga tahun lalu dan berjanji akan menghormati warisan independensi editorial surat kabar tersebut.

"Tanpa jurnalisme independen, pembangunan demokrasi penuh negara mana pun tidak mungkin," katanya setelah resmi memiliki The Kyiv Post.

Kivan adalah salah satu orang terkaya di Ukraina. Pada tahun 2021 Forbes menempatkannya di urutan ke-42 dalam daftar tahunan orang Ukraina terkaya, dengan kekayaan bersih  240 juta dolar AS.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya