Kabar bahwa ada penumpukan pasukan Rusia yang di perbatasan Ukraina akhirnya dibantah oleh sekretaris pers kepresidenan Ukraina, Sergei Nikoforov.
Nikoforov dalam pernyataannya pada Minggu (7/11) mengatakan bahwa Kantor Presiden Ukraina tidak memiliki data tentang adanya penumpukan pasukan Rusia di perbatasan negara itu seperti yang sejauh ini digembar-gemborkan dan menyita perhatian kedua belah pihak.
Kabar bahwa Rusia mengirimkan pasukannya di perbatasan Ukraina sehingga menimbulkan kekhawatiran timbulnya gesekan, pertama kali dilaporkan oleh Washington Post.
"Ini adalah pertanyaan terbuka, mengapa media massa Amerika menyebarkan informasi seperti itu, apakah itu benar atau tidak. Tapi kantor kepresidenan sekarang tidak memiliki informasi itu dan tidak ada konfirmasi," katanya kepada saluran televisi Dom, seperti dikutip dari
News Glory, Senin (8/11).
Berdasarkan laporan media itu, Menteri Pertahanan Ukraina telah menyatakan keprihatinannya walau ia tidak menyebut bahwa situasi di perbatasan harus diwaspadai.
Pekan lalu, The Washington Post melaporkan bahwa pejabat AS dan Eropa telah menyatakan keprihatinan atas dugaan pengerahan pasukan Rusia ke perbatasan dengan Ukraina. Menurut surat kabar itu, negara-negara Barat telah mengamati perkembangan ini dalam beberapa pekan terakhir, setelah latihan bersama Rusia dan Belarusia Zapad-221 pada pertengahan September.
Negara-negara Barat berulang kali menyatakan keprihatinan atas pernyataan pejabat militer Ukraina tentang penumpukan militer Rusia di sepanjang perbatasan. Padahal, menurut sekretaris pers kepresidenan Rusia Dmitry Peskov, negara-negara lain tidak perlu khawatir atas pergerakan pasukan Rusia di dalam negeri, karena pergerakan seperti itu tidak menimbulkan ancaman bagi negara mana pun, terutama bagi tetangganya, Ukraina.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova sejak awal telah membantah kabar itu. Klaim bahwa Rusia mengumpulkan pasukan di perbatasan Ukraina, adalah palsu.
"Seolah-olah Rusia memindahkan semua pasukannya untuk siap bertempur di perbatasan Ukraina, itu adalah berita palsu, benar-benar palsu!" katanya.