Berita

Menteri Pertanian AS, Thomas Vilsack/Net

Dunia

Mentan AS: Orang Amerika Masih Bisa Terus Makan Daging Sambil Menjaga Dunia dalam Batas Aman Pemanasan Global

SENIN, 08 NOVEMBER 2021 | 10:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Orang-orang Amerika masih tetap membutuhkan protein yang salah satunya didapat dari mengkonsumsi daging. Jika dikatakan bahwa mengkonsumsi hewan ternak adalah menambah beban krisis iklim, maka produksi ternak dapat dibuat lebih efisien.

Menteri Pertanian AS, Thomas Vilsack, dalam sebuah wawancara televisi, , Minggu (7/11), ia menegaskan bahwa orang-orang di AS tidak 'harus mengurangi jumlah daging atau ternak yang diproduksi' untuk mengatasi krisis iklim.

"Orang Amerika dapat terus makan daging sambil menjaga dunia dalam batas aman pada pemanasan global," ujar Vilsack, seperti dikutip dari The Guardian.


AS, UE, dan sejumlah negara lain menandatangani kesepakatan di Cop26 untuk mengurangi emisi metana global sebesar 30% pada tahun 2030. Jika target tercapai, pemanasan global bisa berkurang sekitar 0,2C.

Hewan pemamah biak seperti sapi dan domba menghasilkan metana, seperti halnya kotoran hewan.

Vilsack mengatakan, gas rumah kaca yang kuat memiliki efek pemanasan sekitar 80 kali lebih besar daripada karbon dioksida di atmosfer, meskipun lebih cepat rusak. Dan daging menyumbang sekitar 60 persen dari produksi gas rumah kaca dari pertanian, yang merupakan salah satu sektor penghasil karbon tertinggi secara global.

Namun begitu, ia menekankan bahwa produksi ternak dapat dibuat lebih efisien, dan jumlah metana yang dihasilkan oleh hewan ternak bisa berkurang, yang bersama dengan langkah-langkah lain untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari pertanian akan cukup untuk mengurangi karbon dari pertanian.

“Jika Anda mengurangi metana dari ternak hingga 30 persen, dengan aditif makanan atau pakan lain, atau Anda menangkap metana menjadi biogas – ambil kotorannya dan gunakan sebagai biofuel – maka Anda telah membuat produksi ternak lebih berkelanjutan. Saya tidak berpikir Anda perlu mengurangi konsumsi daging untuk mendapatkannya,” ujar Vilsack.

“Jika kita akan memberi makan 9 miliar orang, maka Anda membutuhkan protein daging di dalamnya. Begitu juga kami (AmerikaI, membutuhkan protein nabati, hewani, dan ikan.”

Sejauh ini Kampanye Hijau berfokus pada 'makan daging sebagai sumber utama emisi gas rumah kaca' di seluruh dunia. Namun, di Amerika, pola makan dengan banyak daging telah menjadi norma selama beberapa dekade. Orang-orang di AS makan hampir 100kg daging per tahun, lebih banyak daripada negara lain, meskipun ada kecenderungan makan yang lebih sehat di kalangan anak muda dalam beberapa tahun terakhir.

Pemakan daging juga merupakan pendorong deforestasi di seluruh dunia, karena hutan hujan di negara-negara seperti Brasil dibuka untuk peternakan sapi dan untuk menghasilkan pkan ternak.

AS sendiri telah mendanai proyek percontohan untuk teknologi baru dan metode pertanian yang akan mengurangi metana.

“Saya tidak berpikir kita harus mengurangi jumlah daging atau ternak yang diproduksi di AS. Ini bukan masalah makan lebih banyak atau lebih sedikit atau memproduksi lebih banyak atau lebih sedikit. Pertanyaannya adalah membuat produksi lebih berkelanjutan," tegas Vilsack.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya