Berita

Warga di Hong Kong memprotes artikel yang mempromosikan terorisme dari Stand News/Net

Dunia

Pemimpin Redaksi Media anti-Pemerintah Hong Kong Mengundurkan Diri, Pengamat Beijing: Bukan Berarti Lolos dari Tanggung Jawab Pidana

SENIN, 08 NOVEMBER 2021 | 09:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mundurnya Chung Pui-kuen, pemimpin redaksi outlet berita digital Hong Kong Stand News, dikatakan beberapa pengamat sebagai sesuatu yang tidak mengejutkan dan itu menandai akan berakhirnya media anti-pemerintah tersebut.

Stand News adalah media yang disebut-sebut berperan dalam kerusuhan sosial di Hong Kong.

Laporan mengenai mundurnya Chung disampaikan outlet berita Hong Kong RTHK mengutip postingan Chung di akun media sosialnya, di mana dia menulis bahwa wakil kepala Stand News, Patrick Lam, telah mengambil alih posisi itu mulai 1 November.


Chung adalah suami dari Chan Pui-man, yang menjabat sebagai mantan penerbit asosiasi Apple Daily, yang ditahan oleh Kepolisian Hong Kong pada Juni lalu karena diduga berkolusi dengan pasukan asing dalam membahayakan keamanan nasional.

Penangkapan itu terjadi saat polisi menggeledah kantor Apple Daily dan menangkap pemimpin redaksi dan beberapa eksekutif senior lainnya karena dicurigai berkomplot untuk berkolusi dengan pasukan asing dan membekukan aset senilai 18 juta dolar Hong Kong (setara 2,3 juta dolar AS).

Lau Siu-kai, wakil presiden Asosiasi China Hong Kong dan Studi Macao mengatakan ia tidak terkejut dengan keputusan Chung.

“Ketika beberapa media anti-China dan anti-pemerintah berhenti beroperasi, kekuatan patriotik juga memainkan peran aktif dalam meminta pertanggungjawaban media anti-pemerintah lainnya. ‘Ruang bertahan hidup’ untuk media anti-pemerintah seperti Stand News semakin mengecil,” kata Lau, seperti dikutip dari Global Times, Senin (8/11).

“Tidak mengherankan bahwa Chung membuat keputusan untuk berhenti dari pekerjaannya. Ini juga menandakan bahwa Stand News akan segera berakhir,” kata pakar tersebut.

Sementara Willy Fu, seorang profesor hukum dan Wakil Ketua Yayasan Pertukaran Hukum Hong Kong, mengatakan bahwa Stand News telah lama menjadi media yang bias dan gagal untuk mengatakan kebenaran objektif. Menurutnya, outlet tersebut menangani materi berita dengan cara yang tidak memihak dan menyimpang, dan mencoba menyesatkan publik.

“Stand News bekerja di garis editorial yang sama dengan Apple Daily, melawan negara dan menciptakan peluang bagi negara asing untuk menjatuhkan sanksi di daratan dan Hong Kong,” kata Fu, mencatat bahwa di bawah undang-undang keamanan nasional, banyak tokoh anti-pemerintah yang telah menyebabkan masalah telah dimintai pertanggungjawaban atau melarikan diri.

Fu mengatakan pengunduran diri Chung juga bisa berarti bahwa dia memahami bahwa situasinya telah berubah, dan mencoba mengalihkan kesalahan kepada orang lain.

“Namun, pengunduran diri tidak berarti dia akan lolos dari tanggung jawab pidana jika tuntutan diajukan terhadapnya,” ujarnya.

Mei lalu, Stand News  menerbitkan sebuah artikel yang secara terbuka menganjurkan ‘perlawanan’ yang mengatakan bahwa perlawanan bersenjata di Irlandia Utara bukan tidak mungkin terjadi di Hong Kong.

Selain itu, Stand News juga dikatakan telah ikut andil mendorong kekerasan dan kerusuhan berpakaian hitam. Artikel tersebut memicu kontroversi online dan dikritik oleh banyak netizen. Stand News kemudian menghapus artikel tersebut.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya