Berita

Petugas menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada seorang anak di distrik Baiyun di Guangzhou/Net

Dunia

Kasus Baru Covid-19 Banyak Menyerang Anak-anak, Ahli Kesehatan China Desak Pemerintah Percepat Inokulasi Usia 3-11 Tahun

SENIN, 08 NOVEMBER 2021 | 08:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meningkatnya kasus baru Covid-19 telah membuat para pejabat dan pakar kesehatan China angkat bicara mengenai perlunya vaksinasi untuk anak usia 3-11 tahun.

Sebanyak 44 kota di 20 provinsi China telah diserang banyak kasus baru dengan 50 kasus lokal yang dilaporkan pada Sabtu (6/11) waktu setempat.

Menurut data statistik resmi, di antara kasus baru tersebut, 21 kasus domestik berada di Hebei, sembilan di Liaoning China Timur Laut, dan enam lainnya di Heilongjiang, dengan beberapa kasus sporadis di provinsi lain.


Merujuk pada situasi tersebut, para ahli medis mendesak agar otoritas terkait mempercepat peluncuran vaksinasi dan suntikan booster untuk mencapai kekebalan kelompok sesegera mungkin untuk membentengi ancaman ganda, yaitu cuaca dingin dan varian Delta.

Wang Qinghua, kepala ahli imunologi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, menekankan urgensi anak-anak yang divaksinasi pada konferensi pers di Beijing pada Sabtu.

“Kami dulu menganggap Covid-19 memiliki insiden rendah pada anak-anak. Namun ternyata pandemi telah menyebar secara global, dan kami melihat peningkatan infeksi pada anak-anak," kata Wang, seperti dikutip dari Global Times, Minggu (7/11).

Tingkat keparahan dan angka kematian karena Covid-19 telah melebihi kasus influenza di beberapa negara. Saat ini  tingkat rawat inap untuk anak-anak 10 kali lebih tinggi dari awal tahun ini, menurut Wang.  

“Kekebalan anak adalah bagian dari strategi China untuk mencapai kekebalan kelompok melalui vaksinasi," tambah Wang.

Data terbaru menunjukkan lebih dari 3,53 juta dosis vaksin virus corona telah diberikan kepada anak-anak usia 3 hingga 11 tahun di seluruh negeri. Komisi Nasional Kesehatan Nasional China (NHC) menargetkan akan menyelesaikan vaksinasi untuk kelompok ini pada akhir Desember secara sukarela.

Tao Lina, ahli vaksin dari Beijing mengatakan bahwa anak-anak dapat menjadi sumber infeksi di dalam rumah. Memvaksinasi mereka dapat mencegah mereka menularkannya kepada yang lain sehingga menyebabkan infeksi cluster baru.

“China masih perlu mempercepat peluncuran vaksinasi untuk anak-anak, dan merekomendasikan negara tersebut untuk terus mengadvokasi manfaat vaksinasi bagi anak-anak dan mengurangi kekhawatiran dari orangtua,” kata Tao.

Kebangkitan terbaru Covid-19 di China telah menyebar di sekolah-sekolah, menginfeksi siswa sekolah dasar dan taman kanak-kanak di setidaknya empat tempat, Beijing, Gansu, Hebei, dan Heilongjiang.

Ibu kota Provinsi Henan China Utara, Zhenzhou, juga telah mendeteksi 30 kasus positif pada Minggu (7/11), 19 di antaranya adalah siswa dari taman kanak-kanak, sekolah dasar dan sekolah menengah.

Sementara ahli epidemiologi terkemuka China Zhong Nanshan mengatakan bahwa perlindungan vaksinasi berlangsung sekitar enam bulan dan perlu menerima suntikan penguat untuk memperkuat kekebalan.

“Pada akhir tahun ini, sekitar 80 persen populasi di China harus divaksinasi dengan dua suntikan,” kata Zhong.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya