Berita

Anggota tentara Nikaragua menyiapkan surat suara/Net

Dunia

Penjarakan Lawan Politiknya, Ortega Dipastikan Kembali Menangkan Kursi Presiden Nikaragua

SENIN, 08 NOVEMBER 2021 | 06:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Nikaragua nampaknya akan menyaksikan lagi kejayaan seorang Daniel Ortega. Pemilihan umum yang berlangsung pada Minggu (7/11) diyakini akan dimenangkan oleh penguasa terlama di Amerika itu.

Dalam upayanya untuk meraih masa jabatan keempat berturut-turut sebagai presiden negara itu, Ortega telah menjebloskan para pengkritiknya ke penjara. Dia membubarkan partai-partai oposisi, melarang acara kampanye besar dan menutup tempat pemungutan suara secara massal.

Pada bulan Juni, polisi menangkap tujuh calon penantang presiden dengan tuduhan yang pada dasarnya sama dengan makar. Mereka tetap ditahan pada hari pemilihan. Sekitar dua lusin pemimpin oposisi lainnya juga tersapu menjelang pemilihan.


Apa yang dilakukan Ortega mengundang kritik tajam dari sejumlah pihak. Pemilihan tersebut dianggap sebagai pemilihan yang tidak sah dan berada di bawah tekanan.

Sebagai bentuk protes, pihak oposisi meminta warga agar tidak pergi ke pemungutan suara dan tetap tinggal di rumah.

Cengkeraman Ortega atas pengaruhnya di negara yang berbatasan dengan Honduras itu, agaknya akan meraup mayoritas suara dari 4,4 juta penduduk berusia 16 tahun ke atas yang memiliki hak untuk memilih.

Tentara Nikaragua, yang setia kepada Presiden Ortega, bersama dengan polisi telah mengumumkan pengerahan 15.000 tentara di seluruh negeri untuk memberikan 'keamanan' selama pemungutan suara, menyusul aksi protes di Kosta Rika San José, dan di beberapa kota lainnya.

Sejak Minggu pagi (7/11), antrian panjang terlihat berbaris di tempat pemilihan. Beberapa warga pendukung Ortega dengan bangga memamerkan jempol mereka yang bernoda tinta setelah keluar dari bilik suara, seperti dilaporkan BBC.

Pemilihan akan menentukan siapa yang memegang kursi kepresidenan untuk lima tahun ke depan, serta 90 dari 92 kursi di kongres dan perwakilan Nikaragua di Parlemen Amerika Tengah.

José Daniel Ortega Saavedra, 75 tahun, pertama kali menjabat sebagai presiden pada 1985 hingga 1990, sebelum kembali berkuasa pada 2007.

Dia baru-baru ini mendeklarasikan istrinya, V ice President Rosario Murillo, sebagai 'co-presidennya'.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya