Berita

Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko/Repro

Nusantara

BMKG: Fenomena La Nina di Indonesia Masih Dalam Fase Sedang

SABTU, 06 NOVEMBER 2021 | 15:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Situasi dari fenomena La Nina atau mendinginnya Suhu Muka Laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur hingga melewati batas normalnya, di Indonesia diperbaharui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko menerangkan, saat ini fenomena La Nina di Indonesia masih dalam fase sedang.

"Update terkini sudah berada mendekati moderate sedang, relatif," kata Hary saat menjadi narasumber dalam diskusi Polemik bertajuk "Indonesia Siaga Bencana" pada Sabtu siang (6/11).


Hary menuturkan, jika fenomena La Nina sudah sedang seperti ini, BMKG tentu mempelajari fenomena La Nina dari tahun lalu. Tahun lalu, ada fenomena La Nina juga di Indonesia.

"Kita monitoring terus ternyata kondisi itu menunjukan konsisten, presisten dan menguat di atas ambang batas nilai rata - rata normalnya," tutur Hary.

"Di wilayah Indonesia, mendapatkan aliran masa udara basah dari wilayah Timur yang menuju ke wilayah Indonesia. Sehingga itulah yang dikatakan terjadi penambahan volume airnya," sambungnya.

Namun begitu, Hary menegaskan bahwa fenomena La Nina berikut dampaknya tidak sama di tiap-tiap daerah di Indonesia.

"Berbeda-beda. Tergantung indeksnya," demikian Hary.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya