Ketua DPW PPP Jabar Ade Munawaroh Yasin (kiri) dan Ketua DPC PPP Kota Bandung, Zaini Shofari/RMOLJabar
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat telah mematok target perolehan kursi legislatif di Kota Bandung. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kota Bandung ditargetkan mampu meraih setidaknya 6 kursi pada Pemilihan Legislatif 2024.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPW PPP Jabar, Ade Munawaroh Yasin, di sela-sela Musyawarah Cabang (Muscab) VIII PPP Kota Bandung, di Hotel Preanger, Kota Bandung, Jumat (5/11).
"Proyeksi ya, ada enam dapil di Kota Bandung, Mudah-mudahan per dapil dapat satu. Makanya perekrutan itu terus dihajar, untuk dapat orang yang benar-benar mumpuni, " ujar Ade Yasin, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.
Ade menambahkan, kultur politik di Kota Bandung berbeda dengan wilayah lain. Dengan kemajemukan warganya, diperlukan suatu pendekatan yang berbeda untuk meraih simpati publik.
Meski begitu, dengan strategi yang dimiliki PPP, Ade meyakini dapat meraup kepercayaan dari masyarakat Kota Bandung.
"Kota Bandung berbeda, banyak masyarakat intelektual, banyak kampus, lebih modern, dan heterogen jadi perlu
treatment khusus. Kita sudah petakan Bandung, butuh kerja tersistem dan terukur bukan sporadis," paparnya.
Ade membenarkan pihaknya saat ini tengah gencar melakukan perekrutan terhadap kalangan millenial. Dalam penilaiannya, kolaborasi antara kalangan milenial dengan senior partai akan berdampak signifikan kepada kualitas dan perkembangan partai.
Apalagi, kantong-kantong suara kalangan milenial begitu besar di Pemilu 2024.
"Di DPP sudah memberi contoh, milenial direkrut.Kita juga begitu, harus sama orang milenial. Perpaduan tokoh-tokoh muda dengan senior, untuk memberikan ruang bagi yang muda untuk berkiprah di parpol, " tandasnya.
Di tempat sama, Ketua DPC PPP Kota Bandung, Zaini Shofari mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan momentum Muscab untuk konsolidasi secara maksimal. Dia meyakini, formasi DPC PPP Kota Bandung pasca-Muscab akan dapat berkontribusi pada perolehan kursi di Kota Bandung.
"(Target) kursi kita optimistis, memang kita ada trauma terkait musibah empat tahun lalu yang terjadi 29 hari jelang Pemilu, tapi itu jadi semangat untuk lebih baik," kata Zaini.
Lanjut Zaini, tahapan Muscab PPP kali ini berbeda dengan sebelumnya. Muscab akan dilangsungkan dengan menghadirkan masing-masing satu orang perwakilan dari DPP, DPW, satu unsur pengurus harian, dan empat orang dari PAC.
"Kalau kemarin
head to head, one man one vote dari masing-masing PAC. Muscab ini acara lima tahunan untuk memilih kepengurusan ketua baru, tapi caranya dengan formatur, jadi setelah itu baru menentukan siapa ketua cabang," terangnya.
"Seperti cabang-cabang lain, kita musyawarah mufakat, ada sistemnya zonasi, artinya mengakomodir dari 30 kecamatan untuk menentukan ketua secara musyawarah mufakat," tandasnya.