Berita

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Jenderal (Purn) TNI Gator Nurmantyo/Repro

Politik

Menurut Gatot, Kekayaan Laut yang Dicuri Asing Bisa Lunasi Bunga Utang Negara

JUMAT, 05 NOVEMBER 2021 | 19:01 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pengelolaan sumber daya kelautan tak luput dari kritikan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo.

Indonesia, kata Gatot, merupakan garis pantai terpanjang nomor dua di dunia setelah Kanada. Di dalamnya ada lebih dari 17.504 pulau dan 1.650 jenis spesies ikan serta 480 jenis terumbu karang.

Namun kekayaan inilah yang membuat negara-negara lain berusaha menguasai perairan Indonesia dengan cara-cara melanggar hukum.


"Ini yang membuat kita dikatakan surga, semuanya pada datang ke sini. Ya kebanyakan dengan cara mencuri ikan, terumbu karang, illegal fishing untuk mendapatkan keuntungan ekonomi yang besar," kata Gatot dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (5/11).

Gatot lantas merujuk data mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang menyebut nilai kerugian Indonesia akibat pencurian ikan mencapai Rp 300 triliun pertahun.

"(angka tersebut) Bisa untuk bayar bunga utang itu. Belum lagi masalah subsidi BBM kepada kapal-kapal asing, penyelundupan sampai 3 ribu ton oleh kapal-kapal besar mengambil dari nelayan-nelayan. Jadi kalau dihitung ya luar biasa dari ikan, belum yang lain lagi," lanjutnya.

Oleh karenanya, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini meminta generasi muda bangkit dan mengambil alih seluruh kekayaan alam Indonesia untuk diserahkan kepada rakyat Indonesia.

"Saya pikir saudara-saudara sekalian lebih mengerti apakah kondisi pengelolaan sumber daya alam Indonesia kini tarafnya masih terancam tercabik-cabik, atau sudah dikendalikan dan dikuasai secara membabi-buta," pungkas Gatot.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Ngobrol Serius dengan Kapolri

Senin, 19 Januari 2026 | 05:45

Legislator Golkar Tepis Keterlibatan Bahlil soal Sawit Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 05:25

Dokter Tifa: Keren Sekali Mobilnya, Bang Eggi!

Senin, 19 Januari 2026 | 04:59

Mahasiswa Harus jadi Subjek Revolusi Digital, Bukan Hanya Penonton

Senin, 19 Januari 2026 | 04:47

Kader Gerindra Papua Barat Daya Wajib Sukseskan Program Pemerintah

Senin, 19 Januari 2026 | 04:27

Perbakin Lampung Incar Banyak Medali di PON 2028

Senin, 19 Januari 2026 | 03:59

Pendidikan Bukan Persekolahan

Senin, 19 Januari 2026 | 03:48

Maruarar Sirait Dicap Warganet sebagai Penyelamat Konglomerat

Senin, 19 Januari 2026 | 03:24

Narasi Bung Karno Lahir di Jombang Harus jadi Perhatian Pemkab

Senin, 19 Januari 2026 | 02:59

Dankodaeral X Cup 2026 Bidik Talenta Pesepak Bola Muda Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 02:45

Selengkapnya