Berita

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dituding terlibat dalam bisnis PCR/Net

Politik

Jubir Tidak Cukup, Luhut Harus Berani Klarifikasi Langsung soal Tudingan Keterlibatan Bisnis PCR

JUMAT, 05 NOVEMBER 2021 | 14:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marvest) Luhut Binsar Panjaitan harus berani tampil ke publik untuk mengklarifikasi dugaan keterlibatannya dalam bisnis alat kesehatan (Alkes) polymerase chain reaction (PCR).

Klarifikasi secara langsung sangat diperlukan untuk membersihkan namanya jika memang ia tidak terlibat.

Demikian disampaikan pengamat komunikasi Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga dalam keterangannya di Jakarta, Jumat siang (5/11).


"Klarifikasi sebaiknya tidak melalui jurubicara Luhut. Klarifikasi seperti ini kerap kurang dipercaya masyarakat," kata Jamiluddin.

Menurut Jamiluddin, jika Luhut tidak cepat mengklarifikasi, maka tudingan tersebut akan semakin cepat berkembang di masyarakat.

Bahkan, ia menilai isu tersebut dapat berkembang menjadi bola liar yang dapat berpengaruh kepada kepercayaan masyarakat terhadap Luhut dan pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Karena rumor keterlibatan Luhut dalam bisnis PCR sebenarnya sudah lama terdengar. Hanya saja tidak ada yang berani mengungkapnya melalui media karena khawatir dikriminalisasi," katanya.

"Jadi, Luhut yang seharusnya langsung mengklarifikasi tudingan tersebut. Hal itu akan dapat memulihkan reputasi dan citra diri Luhut bila memang isu yang menerpa dirinya tidak benar," demikian Jamiluddin.

Sebelumnya, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule menilai klaim Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melalui Jurubicaranya Jodi Mahardi, yang menyatakan tidak pernah mengambil untung dalam bisnis tes PCR dinilai aneh.

Makin aneh lagi saat Luhut menyebut PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) yang terafiliasi dengan dirinya, didirikan bukan untuk mencari profit, melainkan untuk membantu penyediaan tes Covid-19 skala besar.

“Klaim Luhut aneh, kalau beli saham tapi tidak ambil untung mending bikin yayasan sosial," tegasnya.

"Tentu banyak orang tak percaya klaim Luhut, tak ambil untung dari bisnis PCR. Beda, belum diambil dan dapat untung. Iya nggak sih?" demikian Iwan Sumule.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Tak Sekadar Acara Formal. Mubes BMK 1957 Hadirkan City Tour di Semarang

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:23

BPS Catat Inflasi 2,88 Persen pada Juli 2026, Ini Biang Keroknya

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:22

Fahira Idris Desak Pemprov DKI Perkuat Antisipasi Puncak Kemarau

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:09

Usulan RUU LGSP MUI Jadi Ujian Keseriusan DPR dan Pemerintah

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:06

Provokasi Bangkrut dari ‘De Volkskrant’

Senin, 03 Agustus 2026 | 12:02

Dewas Soroti Ratusan Pemberitahuan Pro Justitia KPK Terlambat Disampaikan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:58

Ponpes Tambakberas Libatkan Santri Jadi Relawan Muktamar NU

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:49

Prabowo Akan Terima Kunjungan PM Thailand di Istana Merdeka Sore Ini

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:46

Indonesia Catat Deflasi 0,14 Persen di Juli 2026, Dipicu Harga Pangan

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:45

Tiga Masalah Utama Pemicu Turunnya Kepuasan terhadap Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:21

Selengkapnya