Berita

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Tokoh Muda NU: Luhut Diduga Ikut Berbisnis PCR Itu Tuduhan yang Dipaksakan

JUMAT, 05 NOVEMBER 2021 | 03:38 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Dugaan keterlibatan sejumlah menteri dalam bisnis Polymerase Chain Reaction (PCR) dianggap sebagai disinformasi oleh tokoh muda NU, Ubaidillah Amin.

Menurutnya, publik sedang mengalami disinformasi tentang isu bisnis PCR yang melibatkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Ubaidillah Amin tak memungkiri ada keterkaitan tokoh batak yang dikenal dekat dengan almarhum Presiden keempat RI Gus Dur itu, lantaran namanya tercatat sebagai pemegang saham di salah satu perusahaan pada konsorsium perusahaan penyedia tes PCR.


"Sekalipun menurut sumber resmi bahwa saham Luhut dalam perusahaan tersebut adalah kecil dan kurang dari 10 persen, namun tuduhan keterlibatannya terus digaungkan oleh beberapa pihak," kata Ubaidillah Amin dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Kamis (4/11).

Ubdaidillah Amin menilai, isu itu diduga dilakukan sebagai upaya mendelegitimasi kepercayaan publik atas keberhasilan pemerintah dalam penanganan Covid-19. Karena itu, ia meminta publik mencermati isu yang tersebar di media sosial.

"Sejauh ini tidak ada yang bisa membuktikan bahwa Pak Luhut berbisnis PCR, yang ada adalah tuduhan yang dihubungkan dan dipaksakan dengan tujuan untuk mendelegitimasi kepemimpinan Pak Luhut yang sukses dalam penanganan pandemi Covid-19 dan mendapatkan pujian dunia," tuturnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa dalam dunia bisnis tidak semua pemilik saham terlibat dalam keputusan manajemen perusahaan. Terlebih saham Luhut seperti yang diketahui publik bukanlah pemegang saham mayoritas.

"Keterlibatan itu hanya sangkaan kalau menurut saya, saham yang kecil dan kurang dari 10 persen pada PT. TBS dan sejauh ini tidak ada informasi tentang pembagian deviden saham," tuturnya,

Justru menurut Ubaidillah Amin, keterlibatan Luhut dalam korporasi tersebut memiliki misi utama untuk bagaimana menyediakan akses testing dan tracing dalam memitigasi sebaran Covid-19.

"Saya pribadi khususnya yang sering bergerak dalam ranah analis media sosial mencermati siapa yang sedang memainkan sentimen isu ini. Kritik itu penting tapi membunuh karakter melalui framing isu dan diamplifikasi melalui media sosial adalah sesuatu yang jahat," kata Ubaidillah Amin.

"Terlebih kinerja pemerintah dalam penanganan Covid-19 sejauh ini sangat baik dan presisi, dan itu ada peran besar pak Luhut yang sedang mereka incar melalui isu ini," Pungkasnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Ngobrol Serius dengan Kapolri

Senin, 19 Januari 2026 | 05:45

Legislator Golkar Tepis Keterlibatan Bahlil soal Sawit Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 05:25

Dokter Tifa: Keren Sekali Mobilnya, Bang Eggi!

Senin, 19 Januari 2026 | 04:59

Mahasiswa Harus jadi Subjek Revolusi Digital, Bukan Hanya Penonton

Senin, 19 Januari 2026 | 04:47

Kader Gerindra Papua Barat Daya Wajib Sukseskan Program Pemerintah

Senin, 19 Januari 2026 | 04:27

Perbakin Lampung Incar Banyak Medali di PON 2028

Senin, 19 Januari 2026 | 03:59

Pendidikan Bukan Persekolahan

Senin, 19 Januari 2026 | 03:48

Maruarar Sirait Dicap Warganet sebagai Penyelamat Konglomerat

Senin, 19 Januari 2026 | 03:24

Narasi Bung Karno Lahir di Jombang Harus jadi Perhatian Pemkab

Senin, 19 Januari 2026 | 02:59

Dankodaeral X Cup 2026 Bidik Talenta Pesepak Bola Muda Papua

Senin, 19 Januari 2026 | 02:45

Selengkapnya