Berita

Presiden Joko Widodo bersama Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir dalam satu kesempatan/Net

Politik

Luhut dan Erick Diduga Bisnis PCR, Kalau Tak Direshuffle, Bisa Saja Jokowi Diduga Terlibat

RABU, 03 NOVEMBER 2021 | 20:23 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Dua nama menteri yakni Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir diduga kuat bermain dalam bisnis Tes Covid-19 PCR.

Perusahaan penyedia jasa tes Covid-19, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) dimiliki sahamnya oleh PT. Toba Bumi Energi yang diketahui berkaitan secara kepemilikan dengan Luhut Binsar Panjaitan, dan PT. Yayasan Adaro Bangun Negeri yang sahamnya dimiliki Boy Thohir yang tak lain adalah saudara dari Erick Thohir.

Komunikolog Politik Tamil Selvan mengatakan, dugaan bisnis PCR Luhut dan Erick ini menguatkan asumsi mengapa sejak awal pandemi Covid-19, kebijakan para Menteri di kabinet Jokowi selalu tumpang tindih.


Bahkan menurutnya menteri-menteri yang tidak berkaitan dengan tupoksi penanganan Covid malah lebih dominan, ternyata ada kepentingan bisnis terselubung didalamnya.

"Saat ini rakyat jadi mengerti mengapa ada menteri yang ngotot ngurusi covid padahal bukan wewenangnya. Ini bentuk nepotisme terbuka namanya, pejabat ini jangan goblokin rakyat dengan alasan entitas terpisah. Kalau punya malu, mundur!,” kata Tamil kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (3/11).

Dengan terbongkarnya informasi dugaan Luhut dan Erick berbisnis PCR, maka masyarakat akan menganggap Presiden Jokowi terlibat dalam nepotisme tersebut. Oleh sebab itu, menurutnya Presiden Jokowi harus mengambil langkah bijak untuk membersihkan citra nya di muka publik.

"Masyarakat akan mengangap Pak Jokowi ikut terlibat, apalagi LBP ini seolah Perdana Menteri di Kabinet Pak Jokowi. Maka Pak Jokowi perlu mengambil langkah bijak untuk membersihkan citra publiknya," ungkapnya.

Disamping itu, lanjut Tamil, terbongkarnya informasi ini membuat publik semakin tidak mempercayai kepemimpinan Jokowi, hal itu ditandai dengan banyaknya pendukung Jokowi yang melakukan protes.

"Publik semakin antipati pada Pak Jokowi, buktinya pendukung seperti Deni Siregar pun angkap bicara untuk protes. Maka saya bilang, 2 menteri itu kalau tahu balas budi ke Pak Jokowi, mundurlah. Karena perbuatan mereka mencela nama baik Pak Presiden," demikian Tamil Selvan.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya