Berita

Luhut Binsar Pandjaitan diduga berbinis tes PCR/Net

Politik

Luhut Diduga Bisnis PCR, IMM: Jangan Ada Orang Berjubah Pejabat, tapi Raup Keuntungan

RABU, 03 NOVEMBER 2021 | 18:08 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Presiden Joko Widodo harus mengambil sikap tehadap isu dugaan keterlibatan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam pusaran bisnis alat tes polymerase chain reaction (PCR).

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Immawan Baikuni Alsafa mengatakan, jika benar adanya isu itu, tentu patut disayangkan Luhut Pandjaitan terlibat.

"DPP IMM menyayangkan keterlibatan pemerintah berbisnis dengan rakyat ditengah kondisi perekonomian indonesia keadaan terpuruk," ujar Ammawan Baikuni kepada wartawan, Rabu (3/11).


Immawan mengatakan, sebagai pejabat negara seharusnya Luhut bisa fokus membantu Presiden Jokowi dalam menanggulangi pandemi Covid-19 beserta dampaknya yang membuat kondisi masyarakat terpuruk.

"Seharusnya fokus pemerintah adalah percepatan pertumbuhan ekonomi  masyarakat merupakan hal yang utama dalam melewati krisis yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19," katanya.

Dugaan keterlibatan Luhut mencuat setelah dua perusahaan yang terafiliasi dengan dia dilaporkan memiliki saham di perusahan penyelenggara tes PCR, yakni PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Disebutkan, dua perusahaan yang berafiliasi langsung dengan Luhut yakni PT Toba Sejahtra dan PT Toba Bumi Energi tercatat mempunyai 242 lembar saham senilai Rp 242 juta di GSI.

Ditegaskan Immawan, jika memang Luhut ingin berbisnis PCR, sebaiknya mundur saja dari jabatannya sebagai menteri di kabinet Presiden Jokowi.

"Jikalau mau jadi pebisnis, mundur saja dari jabatan mentri, dari pada hanya berjubah sebagai pejabat publik namun untuk meraup keuntungan bisnisnya," tandasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya