Berita

Komunikolog Politik Nasional dari Forum Politik Indonesia, Tamil Selvan/Ist

Politik

2 Menteri Jokowi Diduga Terlibat Bisnis PCR, Kang Tamil: Kalau Punya Malu, Mundur!

RABU, 03 NOVEMBER 2021 | 16:50 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Munculnya dua nama menteri kabinet Presiden Joko Widodo dalam pusaran bisnis tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 makin memperkuat dugaan ada upaya meraup keuntungan dengan memanfaatkan situasi pandemi.

Dua nama yang disebut dalam laporan Tempo adalah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir .

Komunikolog politik nasional, Tamil Selvan mengatakan, terungkapnya kabar bisnis tes PCR itu makin memperlihatkan bahwa sejak awal pandemi Covid-19, kebijakan para menteri kabinet Joko Widodo selalu tumpang tindih.


Bahkan, Tamil berpandangan, menteri-menteri yang tidak berkaitan dengan tupoksi penanganan Covid-19 malah lebih dominan.

"Sebab ternyata ada kepentingan bisnis terselubung di dalamnya," kata Kang Tamil, sapaannya, melalui keterangannya, Rabu (3/11).

Kang Tamil menambahkan, saat ini rakyat akhirnya bisa memahami kenapa ada menteri begitu ngotot mengurusi pandemi meski bukan ranahnya.

"Ini bentuk nepotisme terbuka namanya, pejabat ini jangan goblokin rakyat dengan alasan entitas terpisah. Kalau punya malu, mundur," tegas Kang Tamil, dikutip Kantor Berita RMOLJakarta.

Ketua Forum Politik Indonesia ini menegaskan, dengan terbongkarnya informasi ini maka masyarakat akan menganggap Presiden Jokowi terlibat dalam nepotisme tersebut.

Karena itulah, Presiden Jokowi harus mengambil langkah bijak untuk membersihkan citranya di muka publik.

Lebih lanjut Kang Tamil mengatakan bahwa terbongkarnya informasi tersebut membuat publik semakin tidak mempercayai kepemimpinan Jokowi. Hal itu ditandai dengan banyaknya pendukung Jokowi yang melakukan protes.

"Dua menteri itu kalau tahu balas budi ke Pak Jokowi, mundurlah. Karena perbuatan mereka mencoreng nama baik Pak Presiden," demikian Kang Tamil.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya