Berita

Taliban larang penggunaan mata uang asing di Afghanistan/Net

Dunia

Krisis Ekonomi, Taliban Larang Gunakan Mata Uang Asing di Afghanistan

RABU, 03 NOVEMBER 2021 | 12:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taliban mengumumkan akan melarang penggunaan mata uang asing di Afghanistan dengan menumpuknya masalah ekonomi di sana.

Hal itu diumumkan oleh jurubicara Taliban pada Selasa (2/11), seperti dikutip Sputnik.

"Situasi ekonomi dan kepentingan nasional di negara mengharuskan semua warga Afghanistan menggunakan mata uang Afghanistan dalam setiap perdagangan mereka," kata jurubicara tersebut.


Afghanistan, yang telah lama bergantung pada bantuan asing, mengalami krisis parah setelah Taliban merebut kekuasaan pada pertengahan Agustus.

Seiring dengan  meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap pemerintahan Taliban, bantuan untuk Afghanistan dibekukan oleh banyak pihak. Akibatnya Afghanistan menghadapi krisis ekonomi

Selama ini, penduduk secara luas menggunakan dolar AS sebagai alat perdagangan dan pembayaran, serta mata uang negara-negara tetangga, seperti Rupee Pakistan.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya