Berita

Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson/Net

Dunia

Subsidi Energi Terbarukan, Inggris dan India Siap Bangun Jaringan Listrik Hijau Dunia

RABU, 03 NOVEMBER 2021 | 10:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Inggris dan India memperkenalkan rencana untuk membangun jaringan listrik dunia untuk mempercepat transisi ke energi yang lebih hijau.

Rencana yang disebut dengan "Inisiatif Jaringan Hijau" itu diperkenalkan dalam KTT Perubahan Iklim atau COP26 di Glasgow, Skotlandia pada Selasa (2/11).

Sebanyak lebih dari 80 negara mendukung rencana tersebut, seperti dikutip Reuters.


Nantinya jaringan itu akan memungkinkan bagian dunia yang memiliki kelebihan energi terbarukan untuk mengirimnya ke daerah yang kekurangan.

Misalnya, negara-negara di mana matahari telah terbenam dapat menarik listrik dari negara lain yang masih dapat menghasilkan listrik tenaga surya.

Selain itu, inisiatif ini juga dapat dijadikan mekanisme bagi negara-negara kaya membantu negara-negara miskin untuk mengurangi emisi mereka dan memenuhi tujuan membatasi pemanasan global pada 1,5 derajat Celcius.

"Jika dunia harus bergerak ke masa depan yang bersih dan hijau, jaringan transnasional yang saling terhubung ini akan menjadi solusi penting," kata Perdana Menteri India Narendra Modi.

Pakar energi independen AS Matthew Wald mengatakan rencana itu menggarisbawahi bagaimana sumber energi terbarukan membutuhkan lebih banyak saluran transmisi karena mereka harus sering dibangun jauh dari kota, tidak seperti pembangkit listrik tenaga batu bara atau gas yang bahan bakarnya dapat dikirim.

Meskipun teknologi powerline telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, Wald dan yang lainnya mengatakan rencana tersebut akan membutuhkan pengeluaran dalam jumlah besar.

"Kita berbicara tentang jaringan transmisi yang perlu berada di bawah laut. Mereka harus melintasi pegunungan. Mereka harus melintasi gurun," jelas peneliti di Pusat Studi Strategis dan Internasional yang berbasis di Washington, Kartikeya Singh.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya