Berita

Aktivis lingkungan, Greta Thunberg/Net

Dunia

Tuding Pemimpin Dunia Berkhianat, Surat Terbuka Greta Thunberg Sudah Diteken 1 Juta Orang

RABU, 03 NOVEMBER 2021 | 09:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah surat terbuka berisi kegagalan para pemimpin dunia untuk menangani perubahan iklim muncul selama KTT Perubahan Iklim atau COP26 di Glasgow, Skotlandia.

Surat terbuka itu ditulis oleh empat aktivis muda, yaitu Greta Thunberg, Vanessa Nakate, Dominika Lasota, dan Mitzi Tan. Surat mereka menguraikan lima tuntutan yang harus dipatuhi Pemerintah dalam upaya mengatasi perubahan iklim.

Lima tuntutan itu adalah menjaga tujuan 1,5 derajat Celcius, mengakhiri semua investasi bahan bakar fosil, mengakhiri perhitungan karbon kreatif, memberikan 100 miliar dolar AS yang dijanjikan kepada negara-negara rentan, dan memberlakukan kebijakan iklim yang melindungi kelompok paling rentan.


“Saat ini para pemimpin dunia sedang bertemu untuk pembicaraan iklim bersejarah, tetapi janji tanpa tindakan nyata tidak akan berdampak," kata Thunberg, seperti dikutip Evening Standard.

Surat yang sudah ditandatangani oleh lebih dari satu juta orang itu mengatakan kaum muda merasa dikhianati oleh kegagalan pemerintah untuk mengurangi emisi karbon.

“Ini bukan simulasi. Ini kode merah untuk Bumi. Jutaan orang akan menderita saat planet kita hancur, masa depan yang mengerikan yang akan diciptakan, atau dihindari, oleh keputusan yang Anda buat," tegas Thunberg.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya