Berita

Ilustrasi vaksinasi anak/Net

Kesehatan

IDAI Berikan Rekomendasi Teknis Penyuntikan Vaksin Covid-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun

RABU, 03 NOVEMBER 2021 | 05:37 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Izin penggunaan darurat (emergency use authorization) vaksin Coronavac produksi Sinovac untuk anak berusia 6-11 tahun yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) disambut baik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, pihaknya memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar memperhatikan pelaksanaan teknis penyuntikan vaksin Covid-19 untuk anak-anak.

"IDAI merekomendasikan pemberian imunisasi Covid-19 Coronavac pada anak usia enam tahun ke atas diberikan secara intramuskular dengan dosis 3ug (0,5 ml) sebanyak dua kali," ujar Pimprim dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/11).


Selain itu, IDAI juga meminta agar pemberian vaksin dosis kedua dilakukan dengan jarak dosis pertama ke dosis kedua berada dalam kurun waktu empat minggu atau satu bulan.

"IDAI juga mengingatkan bahwa vaksinasi ini tidak direkomendasikan bagi anak yang memiliki atau mengalami kontraindikasi," kata Pimprim.

Pimprim mengurai, kontradiksi pada anak yang tidak bisa dibeirkan vaksin Covid-19 di antaranya defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol, penyakit sindrom gullian barre, mielitis transversa, dan acute demyelinating encephalomyelitis.

Selain itu, anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi, anak yang sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat, sedang mengalami demam 37,50 derajat celcius atau lebih, hingga anak baru sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 bulan.

"Juga anak pasca-imunisasi lain kurang dari satu bulan, anak atau remaja sedang hamil, Memiliki hipertensi dan diabetes melitus, dan atau penyakit-penyakit kronik atau kelainan kongenital yang tidak terkendali," imbuh Pimprim.

Vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun ini, ditegaskan Pimprim, sangat penting. Mengingat terdapat kejadian penularan Covid-19 pada saat saat anak-anak mengikuti proses pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di beberapa daerah.

"Rekomendasi terbaru ini dikeluarkan karena anak juga dapat tertular dan atau menularkan virus Corona dari dan ke orang dewasa disekitarnya walau tanpa gejala," demikian Pimprim.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya