Berita

Kepala Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Sumsel, Muchendi Mahzareki/RMOLSumsel

Politik

Bagi Partai Demokrat Sumsel, Partai Kebangkitan Nusantara Bukanlah Sebuah Ancaman

SELASA, 02 NOVEMBER 2021 | 10:13 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Keberadaan Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang didirikan loyalis mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dinilai pengurus Partai Demokrat Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan hal biasa. PKN bukan sebuah ancaman bagi Demokrat.

Kepala Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Sumsel, Muchendi Mahzareki menilai, setiap warga negara Indonesia berhak mendirikan partai politik, mengingat Indonesia merupakan negara demokratis.

“Soal PKN dari kelompok loyalis Anas, siapapun yang ingin membentuk partai baru tidak ada yang melarang, karena negara kita demokratis dan sah-sah saja,” kata Muchendi, Senin (1/11), dikutip Kantor Berita RMOLSumsel.


Wakil Ketua DPRD Sumsel ini mempersilakan bagi partai-partai baru yang bermunculan dan siap bersaing pada Pemilu 2024 mendatang.

“Memang banyak partai-partai baru termasuk Partai Gelora, Ummat, dan sebagainya, sama saja dengan partai lainnya yang terbentuk. Itu tidak menjadi ketakutan dan ancaman bagi Partai Demokrat, karena proses jadi parpol baru bukanlah mudah, dan setiap parpol memiliki basis massa dan sudah memilki loyalis ataupun simpatisan,” paparnya.

Lebih lanjut Muchendi mengatakan, Partai Demokrat saat ini fokus untuk menyongsong Pemilu 2024. Termasuk konsolidasi jajaran dan penguatan struktur yang ada, tanpa mau mencampuri urusan dapur partai lain.

“Kita sudah melalui beberapa tantangan, termasuk diguncang KLB dan MA. Nyatanya Partai Demokrat tetap solid dan tidak terpengaruh, karena sudah fokus berjuang bersama rakyat. Jadi kita fokus konsolidasi untuk 2024, di mana dalam waktu dekat juga jabatan ketua DPD Sumsel akan berakhir, termasuk persiapan verifikasi parpol oleh KPU,” tuturnya.

Disinggung soal sosok bakal calon Presiden dari Partai Demokrat pada 2024, mantan Ketua KNPI Kota Palembang ini menjelaskan, meski partainya memiliki kader terbaik yaitu Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), namun jajarannya saat ini fokus untuk membantu rakyat Indonesia yang terdampak Covid-19 yang meluluhlantakkan perekonomian masyarakat kecil.

"Kita punya tokoh sentral AHY, tapi beliau mengatakan ke jajaran Partai Demokrat belum fokus untuk hal itu (Pilpres). Kader diperintahkan untuk membantu masyarakat khususnya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat seperti membantu UMKM atau membagikan sembako, di tengah pandemi," jelasnya.

"Jadi Ketum belum berpikiran untuk Pilpres. Tapi yang jelas, kader di bawah menilai hanya ada satu yang layak untuk didorong, yaitu AHY,” pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya