Berita

Petugas mengeluarkan barang dari rumah dinas dosen USK/RMOLAceh

Nusantara

Rektor USK Tegaskan Pembongkaran Rumah Dinas Dosen Sudah Sesuai Prosedur

SELASA, 02 NOVEMBER 2021 | 08:11 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pembongkaran rumah dinas dosen Universitas Syah Kuala, Banda Aceh, diklaim sudah sesuai prosedur. Termasuk melakukan sosialisasi jauh-jauh hari sebeum eksekusi.

Dituturkan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Profesor Samsul Rizal, pembongkaran rumah dinas dosen sudah sesuai dengan prosedur hukum yang tertuang dalam PMK No 83/PMK.06/2016 tentang Tata Cara Pelaksanaan Pemusnahan dan Penghapusan Barang Milik Negara.

"Selain itu, sosialisasi pembongkaran rumah dinas ini juga telah USK lakukan sejak tahun 2018," jelas Samsul Rizal, dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita RMOLAceh, Senin (1/11).


Samsul mengatakan, USK telah berulang kali melakukan mediasi dengan para penghuni rumah dinas tersebut. Termasuk menawarkan relokasi bagi pegawai aktif, pensiunan, duda atau janda yang terdampak dari pembongkaran rumah tersebut.

Dia menjelaskan pembongkaran rumah dosen tidak semena-mena. Ada proses panjang. Tahapan penghapusan rumah dinas ini juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Diawali dengan permohonan untuk penilaian rumah dinas oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Kementerian Keuangan (KPKNL),” kata dia.

Selanjutnya, pihak KPKNL menyetujui rencana penghapusan tersebut. Hal ini berdasarkan Surat Persetujuan Penghapusan dengan No: S-096/MK.6/WKN.01/KNL.01/2021 pada 12 Agustus 2021.

Berdasarkan Sertifikat Hak Pakai Nomor: 01.01.04.12.4.00001 tanggal 14 Desember 1992, lahan USK tercatat seluas 1.324.300 meter persegi. USK melakukan pembongkaran rumah dinas tersebut bertujuan untuk melakukan pengembangan kampus.

"Di lahan tersebut, USK akan membangun gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)," tutup Samsul.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya