Berita

Pembongkaran rumah dinas dosen USK/RMOLAceh

Nusantara

Rumah Dinasnya Dibongkar Paksa, Dosen USK: Kami Mau Pindah ke Mana?

SENIN, 01 NOVEMBER 2021 | 18:03 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Profesor Abdul Rahman Lubis tak sanggup menahan kecewa melihat rumah dinasnya dibongkar paksa oleh pihak Rektorat Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. Padahal dia masih aktif mengajar di kampus tersebut.

"Kami enggak tahu mau pindah ke mana, kami enggak punya rumah lagi. Kami kan guru bukan orang yang punya duit," kata Profesor Abdul Rahman, di sela-sela pembongkaran rumah dinas dosen USK di Darussalam, Banda Aceh, Senin (1/11).

Dituturkan Rahman, pada rapat di AAC Dayan Dawod beberapa waktu lalu, pihak Rektorat USK memutuskan, Februari 2022 akan melakukan pemindahan. Akan tetapi, kesepakatan itu berubah dan hari ini dilakukan pembongkaran secara paksa.


"Kalau memang sudah main kekerasan seperti ini kita enggak bisa bilang apa-apa lah. Kita enggak maulah ribut. Modal saya kesabaran saja, satu lagi kekuatan doa," ujar Rahman.

"Saya generasi senior di USK, jauh lebih tua dari rektor. Saya sendiri juga masih aktif, saya masih mengajar juga," tambahnya.

Menurut Ketua Forum Warga Kopelma Darussalam, Otto Syamsudin Ishak, pembongkaran rumah dinas dosen USK melanggar hukum. Karena belum ada keputusan pengadilan yang inkrah. Bahkan, tidak ada izin Gubernur Aceh untuk melakukan pembongkaran.

"Jadi mereka tidak menunjukkan surat apapun. Bahwa pada hari ini akan terjadi penghancuran terhadap rumah warga," tegas Otto, dikutip Kantor Berita RMOLAceh.

Menurut Otto, kepemilikan tanah di areal itu merupakan aset dari Pemerintah Aceh, bukan milik USK maupun milik warga.

Dia menjelaskan, satu monumen yang ada di Darussalam itu adalah monumen perdamaian DI/TII. Maka lahirlah Kopelma Darussalam, bukan lahir USK dan UIN.

“Dan ada pemukiman karena namanya saja kota pelajar mahasiswa," ujar Otto.
Pembongkaran ini, lanjut dia, bukan masalah rumah dinas. Akan tetapi, masalah pemukiman warga yang mengalami pengrusakan.

Otto menambahkan, warga Kopelma Darussalam tetap mempertahankan situasi yang kondusif, agar warga di sini tetap sehat wal afiat. Karena sebelumnya ada warga yang mengalami stroke dan meninggal dunia akibat ancaman penggusuran.

Rumah dinas dosen USK itu masih dihuni oleh pengajar aktif dan telah lama pensiun. Bahkan ditempati guru besar USK. Sehingga Otto menilai tindakan Rektor USK, Profesor Samsul Rizal, tidak mencerminkan insan akademisi yang arif dan bijaksana.

“Seharusnya sebagai pimpinan akademik, Samsul menjadi teladan bagi semua orang,” kata dia.

“Apalagi di Aceh ada nilai-nilai adat, seperti masuk ke rumah orang harus mengucapkan salam. Sementara secara hukum masuk ke rumah orang juga harus ada surat perintah,” tegasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya