Berita

Puan Maharani dan Ganjar Pranowo/Net

Politik

Relawan Puan Deklarasi di Semarang Tanda Kandang Banteng bukan Milik Ganjar

SENIN, 01 NOVEMBER 2021 | 14:10 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Relawan Puan Maharani di Semarang yang mendeklarasikan Ketua DPR RI itu sebagai Calon Presiden 2024 yang akan datang menjadi tanda bahwa Jawa Tengah yang dikenal sebagai kandang banteng bukan milik Ganjar Pranowo.

Demikian pandangan pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (1/11).

“Deklarasi relawan Puan tersebut mengindikasikan Ganjar bukan satu-satunya yang didukung warga Semarang dalam pilpres 2024. Puan juga mendapat tempat bagi sebagian warga Semarang,” kata Jamil.


Menurut Jamil, dengan begitu pertarungan relawan Puan dan Ganjar untuk menguasai Jawa Tengah akan sangat keras. Deklarasi di Semarang ini, kata Jamil, merupakan pesan tersirat Puan untuk Ganjar bahwa dirinya kuat di darat Jawa Tengah, bukan seperti Ganjar yang hanya dominan di udara atau media sosial.

“Munculnya relawan Puan di Semarang juga menjadi kode keras bahwa PDIP lebIh memilih Puan daripada Ganjar. Indikasi ini terlihat dengan tidak adanya komentar miring dari DPD PDIP Jawa Tengah dan petinggi DPP PDIP terhadap deklarasi relawan Puan di Semarang dan di tempat lain,” tandas Jamil.

Oleh karena itu, Jamil menyarankan agar Ganjar sebaiknya tidak lagi berharap akan diiusung PDIP pada pilpres 2024. Ganjar kalau tetap ingin menjadi capres sebaiknya mencari partai lain yang berpeluang mau mengusungnya.

Atau, lanjutnya, jika Ganjar memang tidak pernah berniat menjadi Capres, sebaiknya segera memberi dukungan kepada Puan. Kalau ini dilakukan Ganjar, maka tudingan miring selama ini oleh sebagian petinggi DPP PDIP akan pupus seketika.

“Kiranya Ganjar tinggal memilih dari dua pilihan. Ingin tetap di PDIP dengan mendukung Puan jadi capres atau mundur dari PDIP dengan mendeklarasikan dirinya menjadi Capres,” demikian Jamiluddin.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya