Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi/Net

Dunia

Bahas Taiwan, Pertemuan Menlu Blinken dan Wang Yi Saling Lempar Ketegangan

SENIN, 01 NOVEMBER 2021 | 06:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Suasana tegang menyelimuti pertemuan antara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di sela-sela KTT G20 pada Minggu (31/10).

Pertemuan Blinken dengan Wang adalah pertemuan pertama mereka secara langsung sejak pertengkaran sengit di Alaska pada bulan Maret.

Pertemuan selama satu jam di Roma itu berisi pernyataan-pernyataan yang tegas mengenai Taiwan, memicu ketegangan lebih lanjut di Selat Taiwan, seperti dikutip Reuters.


Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri membocorkan, Blinken menyatakan dengan sangat jelas bahwa Washington menentang setiap perubahan sepihak oleh Beijing terhadap status quo di sekitar Taiwan.

Pernyataan itu merujuk pada peningkatan latihan militer China di zona identifikasi udara Taiwan.

Blinken menjelaskan bahwa Washington tidak mengubah kebijakan "satu China" mengenai Taiwan.

“Kami telah memiliki komitmen jangka panjang,” katanya.

Tetapi ia juga menggarisbawahi, di bawah UU Hubungan Taiwan, AS memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa Taiwan mempunyai sarana untuk membela diri.

"Dan kami berdiri dengan itu. Presiden sangat mendukung hal itu. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada yang mengambil tindakan sepihak yang akan mengganggu status quo terkait Taiwan. Itu tidak berubah," tegasnya.

Sementara itu, Wang menyatakan keprihatinan serius Beijing atas langkah AS yang telah merusak hak dan kepentingan China di berbagai isu. Wang juga meminta AS untuk mengubah arah kebijakan dan mempromosikan hubungan yang lebih sehat bagi Beijing-Washington.

Kementerian Luar Negeri China menyebut, Wang mengatakan AS telah menyesatkan karena menyalahkan China atas perubahan status quo di Taiwan. AS juga salah karena telah mendukung pasukan pro-demokrasi Taiwan.

"Kami meminta Amerika Serikat untuk mengejar kebijakan China yang sebenarnya, bukan kebijakan China yang palsu," kata Wang seperti dikutip oleh kementerian.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya