Berita

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada saat KTT G20 di Roma, Italia pada Minggu, 31 Oktober 2021/Reuters

Dunia

Singgung AUKUS, Emmanuel Macron: PM Australia Telah Berbohong

SENIN, 01 NOVEMBER 2021 | 06:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perselisihan antara Prancis dan Australia terkait pembatalan  kontrak pembangunan kapal selam yang dipicu munculnya aliansi keamanan AUKUS masih terasa selama pertemuan KTT G20 di Roma, Italia.

KTT G20 menjadi momentum bagi Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu untuk pertama kalinya dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison setelah pembatalan kesepakatan senilai miliaran dolar pada September itu.

Tetapi Macron mengatakan, Morrison telah berbohong kepadanya terkait pembatalan kontrak. Ia juga menyebut perlu lebih banyak hal yang harus dilakukan untuk membangun kembali kepercayaan di antara dua negara sekutu itu.


"Saya sangat menghormati negara Anda. Saya memiliki banyak rasa hormat dan rasa persahabatan dengan rakyat Anda. Saya hanya mengatakan, ketika kita memiliki rasa hormat, Anda harus jujur dan Anda harus berperilaku sejalan dan konsisten dengan nilai ini," kata Macron kepada sejumlah wartawan di sela-sela KTT, seperti dikutip Reuters, Minggu (31/10).

Morrison yang kemudian berbicara selama konferensi pers di Roma menanggapi komentar itu dengan mengatakan ia tidak berbohong.

Morrison menyebut telah menjelaskan kepada Macron bahwa kapal selam konvensional tidak akan lagi memenuhi kebutuhan Australia. Ia juga berdalih proses perbaikan hubungan telah dimulai.

Prancis dimulai geram dengan kemunculan aliansi AUKUS antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat. Dalam AUKUS, Inggris dan AS memberi Australia akses ke kapal selam bertenaga nuklir, sehingga membatalkan kontrak pembelian kapal selam konvensional dengan Prancis.

Prancis mengaku merasa dikhianati, dan kemudian menarik dutabesarnya dari Washington dan Canberra, meski kemudian mengembalikan mereka.

Pada Jumat (29/10), Presiden AS Joe Biden mengatakan dia mengira Prancis telah diberitahu tentang pembatalan kontrak sebelum pakta AUKUS diumumkan.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya