Berita

Militan mengibarkan bendera Taliban di Afghanistan/Net

Dunia

Siap Perangi Taliban, Front Perlawanan Nasional Panjshir Kantongi Izin untuk Buka Kantor di AS?

MINGGU, 31 OKTOBER 2021 | 14:21 WIB | LAPORAN: ABDUL MANSOOR HASSAN ZADA

Panas dingin Afghanistan usai kelompok Taliban merebut kekuasaan pertengahan Agustus lalu masih belum juga mereda.

Kabar terbaru, seorang juru bicara Front Perlawanan Nasional, yang dipimpin oleh Ahmad Massoud, mengatakan bahwa front tersebut telah menerima izin resmi untuk membuka kantor internasional di Amerika Serikat.

Front Perlawanan Nasional merupakan kelompok pejuang yang berbasis di Lembah Panjshir. Ini merupakan wilayah terakhir yang berhasil dikuasai oleh Taliban pada September lalu, setelah bentrokan sengit terjadi antara militan Taliban dan pasukan Front Perlawanan Nasional.


Setelah Taliban merebut Kabul pertengahan Agustus lalu, mantan Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh melarikan diri ke Panjshir. Namun setelah Taliban merebut Lembah Panjshir, hingga saat ini belum diketahui dengan pasti di mana keberadaan Amrullah Saleh.

Sementara itu, Front Perlawanan Nasional yang sempat terpojok akibat kekalahan kemudian kembali bangkit dan mencari dukungan internasional. Jelang akhir pekan ini, kelompok itu mengklaim telah mengantongi izin untuk membuka kantor perwakilan di negeri Paman Sam.

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait di Amerika Serikat.

Namun di sisi lain, Taliban geram dengan kabar tersebut. Dalam sebuah cuitan di Twitter, Juru Bicara Taliban Enamullahullah Samangani menuduh Front Perlawanan Nasional telah melakukan hal yang bertentangan dalam tindakan dan ucapan.

Namun hanya selang beberapa jam kemudian, ia menghapus cuitan itu.

Pihak Taliban sendiri menegaskan bahwa Panjshir telah sepenuhnya berada di bawah kendali mereka.

Namun Front Perlawanan Nasional menegaskan bahwa pasukannya masih ada di lembah dan pegunungan Panjshir, serta di Baghlan dan provinsi lain. Mereka sedang bersiap untuk memerangi Taliban.

Kabar soal izin untuk membuka kantor Front Perlawanan Nasional di Amerika Serikat muncul di tengah tuntutan Taliban agar diakui sebagai pemerintah Afghanistan yang sah oleh negara-negara di dunia.

Namun hingga saat ini belum ada negara yang mengakui pemerintahan Taliban.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya