Berita

Menteri Pertahan Prabowo Subianto/Net

Politik

Diejek Media Malaysia, Mujahid 212: Prabowo Subianto Bak Macan Ompong

MINGGU, 31 OKTOBER 2021 | 14:02 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Prabowo Subianto dianggap seperti Menteri Pertahanan (Menhan) macan ompong setelah adanya ejekan dari media Malaysia yang mengejek Indonesia dengan menyebut ciut kepada Republik Rakyat China (RRC) di Laut Natuna Utara.

Hal itu disampaikan oleh pengamat hukum dan politik Mujahid 212, Damai Hari Lubis. Menurut Damai, tidak seluruhnya benar apa yang disampaikan oleh media Malaysia.

Karena kata Damai, jika sebutan Indonesia dimaknai dalam artian seluruh bangsa dan negara, sebenarnya rakyat bangsa Indonesia sudah muak dan berharap dapat mengusir China komunis agar hengkang dari seluruh wilayah Indonesia berikut tenaga kerjanya sekalipun.


"Namun apa daya, Sang Menhan PS (Prabowo Subianto) yang bertanggung jawab terkait pertahanan dan kemanan tak berbuat apa-apa justru sibuk dengan program 'menanam singkong'," ujar Damai kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (31/10).

Damai pun menyinggung Prabowo yang pernah mendapat julukan oleh masyarakat sebagai "Macan Asia". Akan tetapi, julukan tersebut gaungnya nyaris tak terdengar.

"Justru yang ada kebanyakan masyarakat menggantinya dengan julukan 'macan ompong dari asia' setelah dia bergabung dengan eks seterunya saat capres 2014-2019 dan 2019 2024," kata Damai.

Apalagi kata Damai, Prabowo kini tunduk dan patuh serta memuji-muji semua kebijakan Jokowi dalam memimpin negara selama ini.

"Melalui pernyataannya (Prabowo) bahwa dirinya 'angkat kesaksian' apa yang diperbuat Jokowi dalam memimpin adalah sudah on the track atau di jalan kebenaran," pungkas Damai.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya