Berita

Jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid/Net

Dunia

Taliban: Jika Amerika Tak Mengakui Kami, Masalah Afghanistan Bisa Jadi Masalah Dunia

MINGGU, 31 OKTOBER 2021 | 08:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taliban memberikan peringatan kepada Amerika Serikat (AS), secara khusus, dan negara-negara lain untuk mengakui pemerintahan mereka di Afghanistan.

Berbicara kepada wartawan selama konferensi pers pada Sabtu (30/10), jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan, jika AS dan negara-negara lain tidak mengakui pemerintahan kelompok tersebut, maka akan ada masalah bukan hanya bagi Afghanistan, tapi juga dunia.

"Pesan kami kepada Amerika adalah, jika tidak diakui terus, masalah Afghanistan berlanjut, itu adalah masalah kawasan dan bisa berubah menjadi masalah bagi dunia," jelasnya, seperti dikutip Reuters.


Mujahid juga menggarisbawahi, alasan Taliban dan AS berperang terakhir kali lantaran keduanya tidak memiliki hubungan diplomatik formal.

"Isu-isu yang menyebabkan perang itu, bisa diselesaikan melalui negosiasi, bisa juga diselesaikan melalui kompromi politik," tambahnya.

AS sendiri menginvasi Afghanistan pada tahun 2001, setelah serangan 11 September 2001. Ketika itu, pemerintahan Taliban menolak menyerahkan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden.

Lebih lanjut, Mujahid menekankan, pengakuan oleh dunia merupakan hak rakyat Afghanistan.

Sejak Taliban mengambil alih negara pada Agustus, tidak ada negara yang secara resmi mengakui pemerintahannya. Tidak ada pengakuan itu juga berdampak dengan aset dan dana Afghanistan di luar negeri yang akhirnya dibekukan.

Situasi ekonomi dan kemanusiaan di Afghanistan kemudian semakin parah.

Meskipun tidak ada negara yang mengakui pemerintahan Taliban, para pejabat senior dari sejumlah negara telah bertemu dengan para pemimpin gerakan itu baik di Kabul maupun di luar negeri.

Kunjungan terakhir dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Turkmenistan Rasit Meredow, yang berada di Kabul pada hari Sabtu. Kedua belah pihak membahas implementasi cepat dari pipa gas Turkmenistan-Afghanistan-Pakistan-India (TAPI).

Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, bertemu dengan pejabat Taliban di Qatar. China telah berjanji untuk membiayai infrastruktur transportasi, dan untuk memberikan akses ekspor Kabul ke pasar China melalui negara tetangga Pakistan.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya