Berita

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Paus Fransiskus/Net

Dunia

Ke Vatikan, Presiden Moon Jae-in Bujuk Paus Fransiskus Kunjungi Korea Utara

MINGGU, 31 OKTOBER 2021 | 07:24 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kunjungan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in ke Vatikan tampaknya memiliki misi penting untuk membujuk Paus Fransiskus agar mengambil peranan penting dalam proses perdamaian di Semenanjung Korea.

Ketika berada di Vatikan pada Jumat (29/10), Moon meminta Paus untuk mengunjungi Korea Utara. Moon menyebut, kunjungan kepausan ke Korea Utara akan menjadi momentum untuk membawa perdamaian di Semenanjung Korea.

"Jika Paus mengunjungi Korea Utara ketika ada kesempatan, itu akan menjadi momentum bagi perdamaian di Semananjung Korea," kata jurubicara kepresidenan, Park Kyung-mee, mengutip pernyataan Moon, seperti dikutip Yonhap.


Paus sendiri merespon positif tawaran Moon. Ia mengatakan siap dan bersedia untuk mengunjungi Korea Utara.

"Saya bersedia pergi ke sana untuk perdamaian dan membantu Anda semua jika (Korea Utara) mengirim surat undangan," kata Park, mengutip Paus.

Hingga saat ini, tidak ada Paus yang pernah mengunjungi Korea Utara karena Pyongyang tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Vatikan.

Meski begitu, Paus Fransiskus telah beberapa kali menyuarakan perdamaian di Semananjung Korea.

Ajakan Moon agar Paus berkunjung ke Korea Utara bukan pertama kali dilakukan.

Pada 2018, Moon menyampaikan undangan lisan dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kepada Paus. Ketika itu, Paus mengatakan bersedia mengunjungi Korea Utara jika Pyongyang mengiriminya surat resmi.

Tetapi sejauh ini tidak ada kemajuan dalam undangan itu, sedangkan proses negosiasi antara Korea Utara dan Amerika Serikat (AS) juga buntu.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya